Universitas Airlangga Official Website

Tim My Fatigue Mewakili UNAIR Sukses Raih Juara 1 Best Research & Innovation di Surabaya

Ibrahim Al Khowwas beserta tim saat menerima Juara 1 Best Research & Innovation Non-Product dalam ajang Festival Riset dan Inovasi Surabaya (Foto: Istimewa)
Ibrahim Al Khowwas beserta tim saat menerima Juara 1 Best Research & Innovation Non-Product dalam ajang Festival Riset dan Inovasi Surabaya (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan inovasi cemerlang di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berkat riset aplikatif yang mengangkat isu utama kelelahan kerja serta pentingnya mitigasi K3, Tim My Fatigue UNAIR berhasil keluar sebagai Juara 1 Best Research & Innovation Non-Product dalam ajang Festival Riset dan Inovasi Surabaya. Perlombaan bergengsi tersebut terlaksana pada Sabtu (25/7/2026) di Kebun Raya Mangrove, Surabaya.  

Tim My Fatigue terdiri atas lima mahasiswa dengan peran strategis masing-masing, serta dua orang dosen yang membantu supervisor. Ibrahim Al Khowwas bertindak sebagai leader sekaligus PIC utama. Selain itu, dengan dukungan Natasya Melina Putri sebagai konsultan kesehatan dan medis, serta M. Fauzil Adzim sebagai pengembang aplikasi. Anggota tim lainnya meliputi Maulana Rafa Ajie Zafira sebagai konsultan bidang K3 serta Farhan Aldan Khairan dalam bidang pengujian validitas aplikasi, dengan bimbingan Tofan Agung Eka Prasetya SKep MKKK PhD dan Dr Neffrety Nilamsari SSos MKes

Hadirkan Solusi K3 dan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi yang mereka hadirkan berupa sistem perangkat lunak agar manfaatnya dapat terasa oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan biaya. Inovasi ini sengaja berbentuk sistem perangkat lunak agar manfaatnya dapat seluruh lapisan masyarakat rasakan tanpa hambatan biaya. Penciptaan teknologi ini sejalan dengan tema keberlanjutan festival karena kesehatan pekerja merupakan pilar utama dalam menggerakkan perekonomian lokal. “Bentuknya berupa aplikasi My Fatigue yang bisa diakses dan digunakan secara publik dan gratis,” jelasnya.

Kolaborasi Lintas Disiplin dan Tantangan Meyakinkan Dewan Juri 

Ibrahim menekankan bahwa penciptaan aplikasi canggih ini merupakan hasil sinergi lima mahasiswa lintas bidang, mulai dari Keperawatan, K3, hingga Statistik. Proses panjang yang mereka lalui mulai dari pengembangan perangkat lunak, kurasi berkas, analisis riset, hingga pameran dan presentasi akhir di depan publik. “Tentunya melalui kolaborasi tim, kami membagi tugas sesuai jobdesk masing-masing dari pembuatan aplikasi hingga analisis hasil riset,” tutur Ibrahim.

Saat tahap penjurian, tim ini sukses meyakinkan para juri mengenai dampak nyata dari produk non-fisik tersebut terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga dan kedelapan. Ibrahim menegaskan bahwa isu tenaga kerja sering kali disepelekan padahal memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. “Melalui hal tersebut kita tahu bahwa kelelahan tanpa sadar telah berdampak terhadap berbagai faktor kehidupan. Sehingga inovasi ini diharap mampu mewujudkan ekonomi berkelanjutan,” harapnya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto