UNAIR NEWS – Pulau Santen di Banyuwangi kembali menjadi pusat pemberdayaan lingkungan melalui program Nyubrick, inisiatif dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR). Selama empat tahun berjalan, program ini konsisten mengedukasi warga dalam pengelolaan sampah dan konservasi penyu.
Tahun ini, Nyubrick hadir dengan semangat baru lewat tema “Penguatan Kapasitas Komunitas Ekowisata dalam Pengelolaan Camping Ground Berbasis Digital Marketing, Komunikasi Lintas Budaya, dan Tata Kelola Berkelanjutan,” yang digelar pada Kamis (23/10/2025), melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat potensi ekowisata berbasis masyarakat di pulau tersebut.
Inovasi Wisata Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Pengmas Nyubrick, Jayanti Dian Eka Sari SKM MKes menyampaikan bahwa program ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Pulau Santen. Nyubrick telah berjalan selama empat tahun dan terus menjalin berbagai bentuk kerja sama dengan komunitas lokal serta mitra eksternal.
“Fokus kegiatan tahun ini adalah menjadikan Pulau Santen sebagai destinasi wisata yang memiliki karakter berbeda dari wisata lainnya. Kami ingin mengembangkan Pulau Santen sebagai lokasi konservasi penyu dan edukasi pengelolaan sampah berbasis ekowisata,” ujarnya.
Selain itu, Jayanti menambahkan bahwa kegiatan ini juga mencakup pengembangan eduwisata pengelolaan sampah serta pembangunan area camping ground yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Ke depan, pengelolaan camping ground tersebut diharapkan dapat berkelanjutan melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman bagi komunitas pengelola.
Kegiatan ini menjadi momentum lahirnya inovasi wisata baru di Pulau Santen yang tidak hanya berfokus pada peningkatan daya tarik wisata, tetapi juga menjaga keberlangsungan habitat penyu. Hadirnya camping ground diharapkan tidak merusak ekosistem pesisir, melainkan menjadi bagian dari upaya konservasi dan edukasi lingkungan.
Sinergi untuk ekowisata Pulau Santen
Acara diawali dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda resmi launching camping ground hasil inovasi tim Nyubrick, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas keberlanjutan program ini.
Selain peresmian, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif bersama perangkat desa dan kader nyubrick. Dalam sesi tersebut, Lurah Karangrejo turut mengapresiasi kolaborasi antara tim akademisi, komunitas, dan masyarakat Pulau Santen. “Dengan adanya kolaborasi dan inovasi yang baik seperti ini, saya berharap Pulau Santen dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan wisata berkelanjutan berbasis konservasi dan edukasi,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat, kader Nyubrick, serta sejumlah mitra seperti Alam Indonesia, Kelurahan Karangrejo Banyuwangi, dan Banyuwangi Oosoji Club, yang bersama-sama berkomitmen mendukung pengelolaan ekowisata berkelanjutan di Pulau Santen.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





