UNAIR NEWS – Tim pengabdian dari Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) baru saja menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Salah satu program kerja besutan tim pelaksana dalam pengabdian itu adalah Pelatihan Skrining Bahan Aktif Tumbuhan di SMAN 5 Kota Mataram.
Dalam pelaksanaannya, Departemen Kimia FST UNAIR bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia dan Biologi Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan itu mendapat sambutan antusias, terbukti sebanyak 41 guru yang tergabung dalam MGMP turut berpartisipasi dalam pelatihan tersebut.
Pulau Lombok, khususnya Lombok Barat terkenal dengan kekayaan flora yang luar biasa. Pengakuan senada juga terlontar dari salah satu perwakilan Departemen Kimia FST UNAIR. Hal itu pula yang menurutnya menjadi alasan pengangkatan tema tersebut dalam pelatihan.
“Pemilihan materi ini berdasarkan adanya informasi bahwa wilayah Pulau Lombok kaya akan keragaman hayati,” ungkap perwakilan Departemen Kimia dalam informasi tertulis pada Jumat (1/9/2023).
Bangun Inovasi Pembelajaran
Sambutan Koordinator PKM oleh Prof Dr Alfinda Novi Kristanti DEA menjadi awal berlangsungnya kegiatan PKM sebelum penyampaian materi. Pemateri pertama ialah Prof Dr Nanik Siti Aminah Msi yang menjelaskan materi berjudul Fitokimia: Diversitas Metabolit Sekunder dan Bioaktivitas.
Berlanjut pada pemateri kedua dengan materi dari Kautsar Ul Haq Ssi MSi berjudul Tips dan Trik Mengoperasikan ChemDraw dan Chem3D. Setelah itu, pelatihan berlanjut pada praktikum di laboratorium bersama Rico Ramadhan SSi MP PhD dan mendapat atensi besar dari peserta.
“Antusiasme para guru sangat terlihat dari keseriusan mereka mengikuti setiap sesi dengan sangat bersemangat hingga penutupan acara. Setelah makan siang biasanya peserta mengantuk namun malah bersemangat karena materi praktikum merupakan hal baru bagi para pesera,” jelasnya.
Praktik Langsung
Bukan sekadar teori, para guru juga secara langsung melakukan praktik cara mengekstraksi bahan tumbuhan dan uji ekstrak. Setelah terlaksananya pelatihan itu, para guru akan mendapatkan bekal yang bisa jadi contoh pembelajaran yang inovatif di sekolah masing-masing.
“(Harapannya, Red) jika para guru SMA ingin melakukan inovasi dalam pengajaran kimia dan biologi terhadap siswa SMA di alam akan memiliki modal lebih setelah mengikuti pelatihan ini,” imbuhnya.
Selain itu, ia menambahkan jika keseriusan para peserta dalam mengikuti pelatihan juga terlihat dari rata-rata nilainya. Nilai yang peserta dapatkan ketika tes awal hanya sebesar 49 poin, tetapi setelah skor rata-ratanya naik drastis menjadi 87 poin pada saat tes akhir.
Pada akhir, Tim PKM Departemen Kimia FST UNAIR mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta, terutama pada Rita Wahyuningsih SPd. Guru biologi SMAN 5 Mataram itu telah membantu menghubungkan tim pelaksana dengan MGMP Kimia dan Biologi serta memfasilitasi lokasi pelatihan. (*)
Penulis : Muhammad Badrul Anwar
Editor : Nuri Hermawan





