Universitas Airlangga Official Website

Tim Psikologi UNAIR Dorong Sekolah Ramah Digital lewat Pengabdian Anti Cyberbullying di Bondowoso

Potret sesi pemaparan materi oleh Herdina Indrijati M Pd Psikolog (Foto: Istimewa)
Potret sesi pemaparan materi oleh Herdina Indrijati M Pd Psikolog (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat Anti Cyberbullying di SMP Negeri 7 Bondowoso dengan partisipasi perwakilan seluruh siswa SMP Negeri di Bondowoso pada Selasa (13/1/2026) hingga Rabu (14/1/2026). Kegiatan bertema Peer Group Counseling untuk Agen Pendamping Remaja: Strategi Prevensi Cyberbullying di Kabupaten Bondowoso itu menyasar guru dan siswa melalui pendekatan psikoedukatif serta praktik keterampilan psikologis. 

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan sesi penguatan kapasitas guru yang meliputi pre-test, pemaparan materi, diskusi, dan post-test. Materi disampaikan oleh Dr Endah Mastuti S Psi M Si Psikolog dan Herdina Indrijati M Psi  Psikolog serta dosen tamu Dr Rusyda binti Ramly (Senior Lecturer MSU Malaysia). 

Dr Rusyda menegaskan pentingnya peran guru dalam mendampingi remaja di era digital. “Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik akademik, tetapi juga pendamping psikologis yang membantu siswa menghadapi tekanan dan dunia digital,” ujarnya.

Pada hari yang sama, perwakilan siswa SMP se-Kabupaten Bondowoso mengikuti sesi psikoedukasi anti cyberbullying. Siswa diajak memahami pengertian cyberbullying, bentuk-bentuknya, serta dampak psikologis seperti kecemasan, rendah diri, depresi, hingga isolasi sosial.

Dr Endah menekankan pentingnya kesadaran digital sejak usia remaja. “Cyberbullying seringkali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa panjang dan serius bagi kesehatan mental remaja,” jelasnya.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, pemutaran video kasus, dan refleksi bersama dengan penekanan pada prinsip Think Before You Click.

Potret Tim Pengabdian Masyarakat Psikologi UNAIR dan Perwakilan Siswa Seluruh SMP di Bondowoso  (Foto: Istimewa)

Selama sesi siswa, kegiatan didampingi oleh fasilitator mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR. Yakni, Fathina Attaqiya, Fadiani Risqita Mamang, Raafy Akbar Putra Pratama, Zoya Ghaniya Malika Ratu Firdausi, dan Giyo Fikri Haqiqi. Mereka berperan menjaga dinamika diskusi dan mendorong partisipasi aktif peserta.

“Pendekatan sebaya membuat siswa lebih terbuka untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama tanpa rasa takut dengan penghakiman,” ujar Fadiani.

Hari kedua fokus pada pelatihan praktik peer counselor. Siswa dibekali keterampilan komunikasi efektif, mendengarkan aktif, dan empati melalui simulasi serta studi kasus. Menurut Herdina Indrijati, pendekatan peer counseling efektif karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi masalah dengan teman sebayanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penulisan komitmen pribadi “Say No to Cyberbullying”. Melalui pengabdian ini, UNAIR berharap terbangun sinergi guru dan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah serta ruang digital yang aman, sehat, dan beretika. (*)

 Penulis: Nafiesa Zahra

Editor: Khefti Al Mawalia