UNAIR NEWS – Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR), yakni Christian Matthew Sutanto, Muhammad Izar Rizqy Alfatih, dan Putri Wanda Sari Sinaga, berhasil meraih Juara 2 di ajang Business Plan Competition Aksi Preneur 2025. Kompetisi ini menantang peserta untuk merancang sebuah business plan inovatif. Kompetisi ini adalah persembahan dari Hima Akuntansi UNAIR.
Ide Bisnis yang Berfokus pada Keberlanjutan dan Ekonomi Sirkular
Tim UNAIR mengajukan ide Tukerin, sebuah marketplace untuk pakaian bekas yang berfokus pada keberlanjutan dan konsumsi yang bertanggung jawab. “Kami ingin menciptakan solusi untuk masalah limbah tekstil, yang merupakan salah satu isu besar,” jelas Christian. Tukerin mendukung sustainability dan circular economy untuk dampak positif.
“Fokus kami pada keberlanjutan sudah menjadi perhatian dunia. Ini adalah langkah kecil untuk mengurangi dampak konsumsi berlebihan terhadap lingkungan,” tambah Putri. Tukerin menekankan pada responsible consumption dan daur ulang pakaian.
Proses Pengembangan dan Riset yang Mendalam
Tim mulai dengan brainstorming ide dan pengembangan bisnis. “Kami melakukan riset pasar untuk mengetahui tren dan permintaan terhadap pakaian bekas,” kata Izar. Mereka melakukan analisis menggunakan SWOT, Porter’s Five Forces, dan riset kompetitif untuk memastikan ide mereka layak dan bertahan lama.
“Riset ini memetakan peluang dan tantangan pasar, serta kebutuhan yang belum terpenuhi di sektor fashion,” jelas Putri. Model bisnis ini dipastikan dapat diterima dan menarik bagi investor.
Tantangan dan Strategi yang Ditemui Selama Kompetisi
Tantangan terbesar adalah pembagian waktu untuk berdiskusi dan bekerja bersama. “Kami mengadakan meeting online malam hari setelah kuliah dan kegiatan lainnya,” ujar Christian. Mereka juga menghadapi tantangan dalam menyusun ide yang kompleks menjadi rencana bisnis yang mudah dipahami.
Namun, dengan komitmen tinggi, mereka berhasil menyelesaikan business plan dengan baik. “Kami pastikan presentasi kami jelas dan menyentuh hati para juri,” tambah Izar.
“Rasa syukur dan bangga kami rasakan setelah meraih Juara 2, karena kami telah berusaha keras. Ini pengingat bahwa kerja keras tidak sia-sia,” kata Putri. Tim UNAIR berharap Tukerin bisa menjadi solusi nyata bagi masalah lingkungan.
Mereka memberi pesan kepada mahasiswa lain yang ingin ikut kompetisi serupa. “Jangan takut mencoba. Kompetisi ini memberi kesempatan besar untuk belajar dan tumbuh. Terus berproses dan jangan ragu untuk melangkah,” tutup Christian.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





