Universitas Airlangga Official Website

Tim WANALA UNAIR Sabet 2 Penghargaan dalam Adventure Race 2025 Probolinggo

Delegasi UKM WANALA UNAIR meraih prestasi pada ajang Adventure Race 2025 Probolinggo pada (14-16/11/2025) (Foto: Narasumber)
Delegasi UKM WANALA UNAIR meraih prestasi pada ajang Adventure Race 2025 Probolinggo pada (14-16/11/2025) (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) WANALA Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan kualitasnya di ajang Adventure Race 2025, kompetisi khusus Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) tingkat nasional. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Super Adventure pada (14-16/11/2025) di Songa Adventure, Probolinggo, Jawa Timur, dengan hari pelaksanaan utama pada (15/11/2025).

Tim A Wanala UNAIR yang terdiri dari M. Irchamul Umam (FV), Muhammad Rizqi (FV), Muhamad Nur Khamim (FIB), dan Bangkit Wahyu Samdio (FTMM) berhasil meraih juara 2. Tidak hanya itu, Tim Wanala UNAIR juga mengirimkan delegasi lain yang berhasil menempati posisi 6, yang beranggotakan Nur Alif Rochmat Hidayah (FV), Farrel Ihsan Rafsanjani (FV), Cholis Akbar (FV), dan Rijal Arif Rohman Hakim (FPK).

Persiapan dan Kemampuan saat Kompetisi

Rizqi menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga membutuhkan ketahanan mental, strategi, dan kekompakan tim. Ia juga menyebutkan bahwa Adventure Race terdiri atas empat atepe, yakni trail running, orienteering, rappelling, dan rafting.

Persiapan kompetisi telah dilakukan dalam waktu kurang dari 2 dua bulan. Rizqi mengaku memiliki dorongan kuat setelah gagal meraih podium pada Adventure Race 2024. “Kami langsung membentuk dua tim sejak akhir September, kemudian menyusun time schedule dan mulai latihan intens, mulai dari lari jarak jauh, trail running, rafting, sampai latihan kerja sama tim,” ungkap Rizqi.

Delegasi UKM WANALA UNAIR Meraih Juara 2 dan 6 di ajang Adventure Race 2025 pada (14-16/11/2025) (Foto: Narasumber)

Dalam tahap persiapan, Tim Wanala UNAIR sempat mengalami hambatan. Perahu yang digunakan untuk latihan sempat bocor. Tidak hanya itu, tim sempat mengalami ketegangan internal, bahkan tiga anggota Tim A jatuh sakit hanya lima hari sebelum lomba. Meski demikian, hal tersebut tidak mematahkan semangat tim.

“Tantangan terbesar yaitu mental dan pikiran untuk berhenti saat race karena kesakitan dan kelelahan. namun dengan dorongan dan kerjasama tim yang kuat, kami bisa menjaga kestabilan stamina,” ujar Irchamul.

Tantangan dan Motivasi TIM Wanala UNAIR

Kedua tim sepakat bahwa tantangan terbesar dalam Adventure Race bukan hanya teknis medan, tetapi tekanan mental dan rasa ingin menyerah selama lomba berlangsung. Selain kekuatan fisik, kemampuan membaca medan, manajemen strategi, dan konsistensi kerja sama menjadi penentu performa.

Lebih lanjut, Khamim mengaku termotivasi untuk menebus kegagalan tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, tingginya gengsi Adventure Race sebagai kompetisi MAPALA nasional, dan dorongan untuk membawa nama UNAIR ke tingkat nasional mendorong tim Wanala berhasil membawa pulang Juara 2 dan Juara 6, yang menjadi bukti konsistensi kerja keras tim.

“Kami menyamakan target sejak awal. Dengan perencanaan latihan dan strategi yang baik, kami yakin bisa meraih posisi terbaik,” ujar Khamim.

Sebagai penutup, Bangkit mengajak mahasiswa UNAIR untuk tidak ragu mencoba hal baru, khususnya kompetisi yang menantang fisik maupun mental. “Tanamkan jiwa kompetisi, jangan mudah menyerah, dan jangan takut gagal. Mulai saja dulu. Dari kesalahan pertama, kalian akan belajar banyak untuk percobaan berikutnya. Tantangan adalah bagian dari proses berkembang,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid

Editor: Ragil Kukuh Imanto