Universitas Airlangga Official Website

Tingkat Penggunaan Antibiotik Kelas “Watch” dan “Reserve” yang Tinggi untuk Mengobati Infeksi pada Bayi Baru Lahir dan Bayi di Asia Tenggara

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penelitian ini membahas penggunaan antibiotik pada bayi baru lahir dan bayi muda di Asia Tenggara, terutama di rumah sakit dengan sumber daya terbatas. Masalah utamanya adalah meningkatnya jumlah infeksi bakteri yang kebal terhadap obat (antibiotik), terutama pada bayi yang dirawat di rumah sakit. Infeksi seperti ini dapat menyebabkan kondisi yang berat, bahkan kematian, sehingga pemilihan antibiotik yang tepat menjadi sangat penting.

Penelitian dilakukan melalui survei di 10 rumah sakit besar di lima negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam. Survei dilakukan dalam satu hari di setiap rumah sakit pada periode Desember 2022 – Desember 2023. Total ada 667 bayi yang sedang dirawat, dan 218 bayi di antaranya sedang mengonsumsi antibiotik. Mayoritas adalah bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari), dan sebagian besar mendapatkan antibiotik karena dugaan infeksi dari rumah atau masyarakat, infeksi yang terjadi saat di rumah sakit, atau sebagai pencegahan setelah operasi atau tindakan medis tertentu.

Sebanyak 405 antibiotik diberikan kepada 218 bayi. Jenis antibiotik yang digunakan kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori WHO, yaitu:

  • Access: antibiotik dasar yang dianjurkan
  • Watch: antibiotik cadangan yang perlu dibatasi
  • Reserve: antibiotik yang sangat kuat dan hanya digunakan jika pilihan lain gagal

Hasil survei menunjukkan bahwa walaupun sebagian besar antibiotik termasuk kategori Access, masih terdapat penggunaan antibiotik kategori Watch dan Reserve yang cukup tinggi, terutama pada bayi dengan infeksi rumah sakit. Beberapa antibiotik yang seharusnya tidak direkomendasikan WHO juga masih digunakan.

Ada temuan lain yang cukup mengkhawatirkan, yaitu bahwa dosis antibiotik berbeda-beda antara satu rumah sakit dengan yang lain, bahkan untuk jenis antibiotik yang sama. Selain itu, meskipun sebagian besar bayi sudah diambil sampel laboratorium (seperti kultur darah) untuk memastikan bakteri penyebab infeksi, hanya sedikit hasil yang dapat digunakan untuk menyesuaikan jenis antibiotik. Akibatnya, banyak antibiotik diberikan secara “empiris”, yaitu hanya berdasarkan dugaan awal tanpa menunggu hasil laboratorium.

Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan penyebab infeksi adalah Klebsiella pneumoniae dan Acinetobacter, yang banyak ditemukan kebal terhadap antibiotik, sehingga membutuhkan obat dari kategori Watch dan Reserve. Temuan ini mendukung perlunya penggunaan antibiotik yang lebih bijak, serta peningkatan akses terhadap hasil laboratorium dan pedoman yang lebih seragam.

Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan perlunya peningkatan pengawasan, penelitian lanjutan, serta panduan yang lebih jelas untuk pemilihan dan dosis antibiotik agar bayi menerima pengobatan yang tepat dan aman. Selain itu, diperlukan pengembangan antibiotik baru yang mampu mengatasi infeksi berat pada bayi akibat bakteri yang kebal obat.

Penulis: Dr. Dominicus Husada, dr.,DTM&H.,MCTM(TP).,Sp.A(K)

Link artikel: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/high-rates-of-watch-and-reserve-class-antibiotics-used-to-treat-i/