Universitas Airlangga Official Website

Tinjauan Pustaka Katarak Kongenital dalam Oftalmologi Anak

Ilustrasi oleh Halodoc
Ilustrasi katarak (oleh Halodoc)

Terdapat sekitar 70 juta kasus kebutaan pada masa anak-anak dan katarak kongenital merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada anak. Penyakit ini muncul saat lahir atau fase awal pasca melahirkan dan dapat dilihat dengan munculnya warna keputihan pada lensa. Katarak kongenital dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Epidemiologi katarak kongenital bervariasi antar populasi, dengan kondisi yang muncul sebagai suatu sindrom tersendiri atau bagian dari suatu sindrom yang berhubungan dengan kelainan sistemik lainnya. Etiologi katarak kongenital bersifat multifaktorial, meliputi faktor genetik, infeksi prenatal, kelainan metabolisme, dan pengaruh lingkungan lainnya. Dalam banyak kasus, penyebab pastinya masih belum jelas. Diagnosis biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan klinis, dan deteksi dini sangat penting untuk penatalaksanaan yang efektif. Penatalaksanaan sering kali melibatkan intervensi bedah untuk menghilangkan katarak dan mencakup pula penggunaan tindakan korektif, seperti lensa intraokular atau rehabilitasi visual. Intervensi yang tepat waktu dan perawatan lanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan hasil penglihatan dan meminimalkan risiko gangguan penglihatan jangka panjang. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang katarak kongenital pada anak-anak, membahas definisi, kondisi, epidemiologi, potensi penyebab, pendekatan diagnostik, dan strategi manajemen, dengan penekanan pada peningkatan hasil melalui intervensi dini.

Penulis: Putri Bunga Triviera1, Reni Prastyani2*, Kendria Bilbina Azzahra3