UNAIR NEWS – Penataan administrasi desa menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola wilayah yang unggul dan terorganisir. Menyadari hal tersebut, kelompok mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tengah menjalani program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, meluncurkan program kerja inovatif bertajuk PETARUNG: Penataan Alamat Rumah Unggul Gedangan.
Program PETARUNG hadir sebagai solusi atas permasalahan mendasar yang telah lama dirasakan oleh warga maupun pihak luar yang berkunjung ke Desa Gedangan. Selama ini, mayoritas rumah warga di desa tersebut belum memiliki identitas atau penomoran yang resmi dan seragam. Kondisi ini sering kali menimbulkan kebingungan dalam pencarian alamat, baik untuk kepentingan pengiriman paket logistik, pendataan administrasi kependudukan oleh perangkat desa, hingga akses bantuan darurat yang memerlukan akurasi lokasi yang cepat.
Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif selama kurang lebih tiga minggu, terhitung sejak tanggal 6 hingga 27 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 UNAIR terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan serta penempelan stiker penomoran rumah secara door-to-door. Tercatat sebanyak 630 rumah yang tersebar di 6 RW telah berhasil diberikan identitas penomoran yang baru dan lebih estetik.
Proses penomoran ini dilakukan dengan perhitungan yang sistematis, memastikan setiap rumah memiliki urutan yang logis berdasarkan alur jalan dan blok wilayah. Hal ini tidak hanya mempercantik tampilan fasad rumah warga dengan stiker yang seragam, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan sosial terkait alamat tinggal mereka.
Lebih dari sekadar pemasangan stiker fisik, program PETARUNG didesain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-17, yaitu Partnerships for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Implementasi program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang sangat erat. Mahasiswa berperan sebagai katalisator, sementara perangkat desa, ketua RW, dan ketua RT bertindak sebagai validator data lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih penomoran.
“Program ini adalah bentuk kontribusi nyata kami dalam membangun desa dari aspek terkecil, yaitu identitas hunian. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa Universitas Airlangga dan pemerintah desa, kami berharap Desa Gedangan bisa menjadi desa yang lebih maju dan adaptif terhadap kebutuhan administrasi modern,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa BBK 7 UNAIR.
Dengan berakhirnya program ini pada akhir Januari 2026, Desa Gedangan kini memiliki basis data alamat yang jauh lebih rapi. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah kemudahan dalam sinkronisasi data pemilih untuk pemilu, distribusi bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, hingga peningkatan efisiensi layanan jasa antar yang kini semakin marak.
Program PETARUNG menjadi bukti nyata bahwa pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat melalui BBK 7 Universitas Airlangga mampu memberikan perubahan positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa di Kabupaten Gresik.
Penulis: Tim BBK 7 Gedangan Sidayu





