Universitas Airlangga Official Website

Tribulus Terrestris Untuk Penatalaksanaan Pasien Dengan Disfungsi Ereksi

sumber: Mitra Keluarga
sumber: Mitra Keluarga

Disfungsi ereksi (DE), juga dikenal sebagai impotensi, adalah gangguan yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk kenikmatan seksual. Prevalensi DE secara global berkisar antara 3–76,5%, meningkat seiring bertambahnya usia. Keberadaan DE dapat berdampak negatif pada harga diri pria, memicu perasaan depresi atau kecemasan, mengganggu produktivitas di tempat kerja, dan berdampak buruk pada kualitas hidupnya secara keseluruhan. Oleh karena itu, berbagai inisiatif dilakukan dan dirumuskan untuk mengatasi DE. Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman obat yaitu Tribulus terrestris. Dari latar belakang di atas, maka Sally Suharyani dan Jesselyn Angellee, dibawah bimbingan Dr. Reny I’tishom, M.Si dan dr. Bella Amanda, Sp.And dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan dr. William, Sp.And dari Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya melakukan telaah pustaka sistematik review tentang Tribulus terrestris untuk penatalaksanaan pasien dengan disfungsi ereksi: tinjauan sistematis dan meta-analisis.

Tribulus terrestris adalah ramuan obat yang konon dapat meningkatkan fungsi reproduksi, terutama dalam kasus disfungsi ereksi (DE). Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas dan keamanan pemberian Tribulus terrestris kepada pasien dengan DE. Kami melakukan telaah pustaka sistematis dalam basis data Cochrane Library, Medline, Scopus, dan Europe PMC dengan menggunakan kata kunci tertentu. Titik akhir utama dalam penelitian ini adalah Indeks Fungsi Ereksi Internasional, yang dapat berupa bentuk ringkasan (IIEF-5) atau bentuk lengkap (IIEF-15).

Hasil variabel kontinu digabungkan ke dalam perbedaan rata-rata (MD) dengan interval kepercayaan 95% (IK 95%) yang sesuai dengan menggunakan model efek acak. Delapan penelitian dipilih untuk dimasukkan. Setelah intervensi dengan Tribulus terrestris, skor IIEF-5 [MD 4,21, p < 0,00001] dan IIEF-15 [MD 15,88, p = 0,0004] meningkat tajam dibandingkan dengan kadar sebelum suplementasi, sesuai analisis komprehensif kami. Selain itu, pada IIEF-5 [MD 3,23 (95%CI 1,89, 4,58), p < 0,00001] dan IIEF-15 [MD 14,44 (95%CI 5,75, 23,14), p = 0,001], Tribulus terrestris mengungguli plasebo. Namun, kedua kelompok tersebut tidak berbeda secara signifikan dalam hal kadar testosteron total. Kami tidak mengamati perbedaan dalam kejadian efek samping antara Tribulus terrestris dan plasebo. Suplementasi Tribulus terrestris dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan fungsi ereksi pada pasien DE dengan profil keamanan yang relatif baik.

Judul Artikel: Tribulus terrestris for management of patients with erectile dysfunction: a systematic review and meta-analysis of randomized trials

Penulis : Sally Suharyani, Bella Amanda, Jesselyn Angellee, William William, Timotius Ivan Hariyanto, Reny I’tishom

Link Artikel: https://www.nature.com/articles/s41443-025-01086-7