UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini terdapat tujuh mahasiswa yang terpilih sebagai Google Student Ambassador. Melalui peran ini, mereka mendapat kepercayaan untuk menjadi jembatan dalam memperkenalkan dan mengedukasi mahasiswa mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Mahasiswa tersebut terdiri Ahmad Syihabuddin (FEB), Evan Caesar Muliana (FTMM), Khairani Azizah Novrin (FEB), Noebella Nahdah Fairuz (FK), Pande Komang Bayu Wicaksana (FST), Rachel Tabita Purba (FTMM), Ridhwan Fadly Saputra (FST), dan Sulthan Ahmad Al Hannan (FPsi).
Ridhwan mewakili yang lainnya mengatakan, penggunaan kecerdasan buatan saat ini sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa. Teknologi ini hadir dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari mesin pencarian, media sosial, hingga asisten virtual.
Meningkatkan Kesadaran
Ridhwan mengatakan tujuan utama program Google Student Ambassador adalah untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pemanfaatan AI secara tepat. “Kami ingin agar kecerdasan buatan bisa digunakan sebaik mungkin. Namun bukan berarti sebagai pengganti manusia,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Google memberikan akses gratis ke Gemini Pro, sebuah platform berbasis AI yang dapat membantu mahasiswa mengoptimalkan aktivitas belajar maupun berkarya. Dengan adanya fasilitas ini, Ridhwan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mahasiswa tidak hanya sekedar menggunakan, tetapi juga memahami cara penggunaan AI secara tepat.
Dalam menjalankan perannya, Ridhwan memiliki beberapa tugas utama. Pertama, ia berkewajiban mengampanyekan penggunaan AI secara baik dan benar. Kedua, memperkenalkan fitur-fitur kecerdasan buatan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, serta memberikan pelatihan terkait cara memanfaatkannya. Baik dalam kegiatan akademik maupun pengembangan diri.
Tahap Seleksi
Ridhwan menceritakan bahwa proses pemilihan Google Student Ambassador berlangsung melalui beberapa tahap seleksi yang cukup ketat di sejumlah universitas. Calon peserta diminta mengikuti pendaftaran terbuka, menjawab serangkaian pertanyaan mengenai pemahaman mereka terhadap layanan Google, serta memberikan ide-ide program untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai AI.
Sebagai ambassador, Ridhwan juga berperan memastikan mahasiswa dapat menggunakan fasilitas Gemini Pro dengan efektif. Ia mengajarkan langkah-langkah penggunaan mulai dari fitur dasar hingga pemanfaatan lanjutan yang dapat mendukung studi. “Kita harus memastikan bahwa mahasiswa tahu cara penggunaan kecerdasan buatan dan mampu memaksimalkannya untuk mendukung perkuliahan serta pengembangan keterampilan,” jelasnya.
Ke depan, Ridhwan berharap kehadiran Google Student Ambassador dapat menciptakan ekosistem akademik yang semakin inovatif. Dengan semakin banyak mahasiswa yang sadar akan manfaat AI. “Kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk menjadi mitra dalam menciptakan hal-hal yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





