UNAIR NEWS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Tambak Wedi mengundang tim pijat dari D4 Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Kegiatan untuk turunkan stunting terkemas dalam sosialisasi program PIRO PENTING (Pijat Zero Penurunan Stunting) pada Jumat (12/5/2023). Program tersebut bertujuan untuk penurunan angka balita stunting dan ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK).
Pada kegiatan itu, Kepala Program Studi Battra Maya Septriana SSi Apt MSi berkesempatan memberikan materi. Kali ini materi bertajuk “Pijat Bayi dan Anak Bawah Umur untuk Mensimulasi Pertumbuhan dan Daya Tahan Tubuh”. Maya mengenalkan kombinasi pijat berdasarkan panduan Kementerian Kesehatan dengan pijat tuina.
Menurutnya, selain nutrisi, pijatan juga bermanfaat untuk mencegah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak. “Teknik memijat ini aman untuk balita agar mendorong nafsu makannya sehingga mempercepat tumbuh kembang anak. Yang perlu menjadi perhatian hanya penekanan saat pijat,” tutur Maya.
Ia menjelaskan pijat tuina sebagai salah satu teknik pijat dengan metode menekan dan menggenggam. Lanjutnya, stimulasi pijatan itu lewat titik meridian pada tubuh balita mulai dari area perut, tangan, punggung, hingga kaki untuk memperlancar fungsi pencernaan.
“Tahapan pijatan pada balita bisa dengan mengusap di garis tengah wajah ke arah alis sampai ke rahang. Selanjutnya, bagian perut, dada, tangan, dan kaki yang diakhiri gerakan memutar pada jari tangan maupun jari kaki,” papar dosen Battra itu.
Tak hanya bertugas sebagai narasumber, Maya juga memandu langsung praktik pijat balita bersama orang tua balita yang terkategori dalam balita stunting. Pada pelaksanaannya, praktik tersebut juga dibantu oleh lima mahasiswa Battra.
Sebagai informasi, Kelurahan Tambak Wedi saat ini menempati peringkat kedua wilayah dengan kasus stunting terbanyak di Kota Surabaya. Maka dari itu, program PIRO PENTING menjadi salah satu upaya dalam eliminasi stunting.
Penulis: Sela Septi Dwi Arista
Editor: Nuri Hermawan





