UNAIR NEWS – Tempe menjes bagi sebagian orang dianggap sebagai makanan kuno dan ndeso. Namun ditangan lima orang mahasiswa D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga ini, tempe menjes disulap menjadi camilan khas kekinian.
Kelompok PKM Kewirausahaan (PKM-K) yang terdiri dari Rr. Wibsa Adelia Augie, Beka Ratu, Eryl Hayattul Umma, Anggi Nur’aini Ikawati, dan Reviandy Ardiyanto ini membuat varian jajanan populer risoles yang dikombinasikan dengan isian tempe menjes.
“Tempe menjes sebenarnya makanan yang berasal dari fermentasi ampas tahu. Belum banyak yang mengetahui manfaat dari tempe menjes, padahal tempe menjes mengandung protein sebanyak 4% dan serat kasar 30.4%. Serat kasar inilah yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit,” terang Anggi salah satu anggota tim.
Menambahkan pernyataan Anggi, ketua tim Adelia Augie mengungkapkan bahwa ide membuat risoles menjes berawal dari kurangnya diversifikasi dari produk risoles yang membuat penggemar kuliner mulai mencari varian yang baru. Alasan tempe menjes dipilih sebagai pilihan untuk menjadi varian baru risoles adalah nilai gizi dan harganya yang murah.
“Hal ini sangat potensial untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi,” jelas Adelia.
Risoles menjes produknya dan tim yang diberi nama “Rolljess” ini memiliki pangsa pasar yang luas. Karena harga yang terjangkau, 1 pack “Rolljess” yang berisi dua biji risoles dijual dengan harga Rp. 6000,-. Selain itu didukung dengan kemasan yang modern, risoles menjes mampu menarik minat konsumen.
“Jangkauan produk kami sudah merata di Jawa Timur. Kemarin ada konsumen yang memesan dari Banyuwangi, Madura, Surabaya, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan. Bahkan ada yang dari Nusa Tenggara Timur,”tuturnya
Untuk promosi, Adelia menjelaskan bahwa “Rolljess” dipromosikan menggunakan media sosial seperti Instagram dan Line.
“Memang produk risoles dipasaran sudah banyak, namun yang menggunakan isian tempe menjes belum ada. Kami yakin program kewirausahaan risoles menjes ini akan mampu menjadi suatu usaha yang terjamin keberlangsungannya,” pungkasnya.
Editor: Nuri Hermawan





