Universitas Airlangga Official Website

Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Roma IV untuk Diagnosis Dispepsia Fungsional pada Populasi Indonesia

Dispepsia fungsional didefinisikan sebagai sekelompok gejala yang menimbulkan perasaan tidak nyaman pada perut bagian atas yang jenis penyebabnya dapat dibedakan menjadi postprandial distress syndrome (PDS) dan epigastric pain syndrome (EPS). Prevalensi dispepsia di tingkat global berkisar antara 4,8-7,2%. Sedangkan, di Indonesia sampai saat ini belum ada penelitian khusus mengenai prevalensi dispepsia fungsional. Dalam beberapa dekade terakhir, penelitian di bidang dispepsia fungsional menunjukkan peningkatan dan medorong upaya pengembangan kuesioner yang digunakan untuk menegakkan diagnosis yaitu Kuesioner Roma IV untuk Diagnostik Dispepsia Fungsional (R4-FDDQ). Kuesioner terdiri dari 7 item yang menilai frekuensi, rasa tidak nyaman, dan nyeri pada perut bagian atas yang dapat muncul pada pasien dispepsia. Selain itu, R4-FDDQ juga berpotensi membantu untuk mengevaluasi pengobatan yang diberikan kepada pasien dan menyingkirkan diagnosis banding dari dispepsia fungsional. R4-FDDQ telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, antara lain Arab, China, Jepang, Spanyol, dan Portugis namun, belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan multietnis, sehingga penerjemahan sederhana tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor lintas budaya. Oleh karena itu, peneliti dari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga melakukan penelitian untuk mengetahui validitas dan reliabilitas R4-FDDQ versi bahasa Indonesia. Hasil penelitian berhasil diterbitkan di jurnal terindeks Scopus, Gaceta Medica de Caracas.

Kuesioner diterjemahkan dengan mempertahankan struktur aslinya. Terdapat modifikasi setelah proses penerjemahan, yaitu mengurangi pertanyaan menjadi 6 pertanyaan karena terdapat 1 pertanyaan yang mengandung ambiguitas. Penelitian melibatkan 80 partisipan, usia 21 tahun ke atas dengan keluhan dispepsia di poliklinik gastroenterologi rawat inap dan rawat jalan RS Siti Khodijah Sepanjang Sidoarjo pada bulan November 2021 hingga Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien poliklinik adalah perempuan (66,75 %) dengan ata-rata usia 43 tahun dan paling banyak berada pada rentang 36-45 tahun (30%). Pengukuran indeks massa tubuh (IMT) menunjukkan rata-rata IMT pasien adalah 24,59 kg/m2 dengan persentase terbanyak adalah obesitas (41,25 %) dan berasal dari suku Jawa. Sebanyak 62 pasien masuk dalam kategori non-dispepsia.  Sedangkan, pasien yang didiagnosis dispesia sebanyak 18 orang terdiri atas 7 pasien subtipe PDS, 5 pasien EPS, dan 6 pasien overlapping PDS dan EPS. Untuk 7 pasien yang tergolong PDS didominasi oleh perempuan, rata-rata usia 34 tahun, status gizi obesitas dan berasal dari suku jawa. Pasien EPS didominasi oleh perempuan, usia rata-rata 39 tahun, status gizi normal, dan suku jawa. Enam pasien dengan kategori overlapping PDS dan EPS didominasi oleh perempuan, rata-rata usia 48 tahun, sebagian besar obesitas, dan berasal dari suku jawa. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan karakteristik demografi (kelamin usia, IMT, dan etnis) pada semua jenis dispepsia fungsional.

Hasil uji validitas R4-FDDQ versi bahasa Indonesia, 3 soal menunjukkan korelasi sedang (pertanyaan 1 = 0,622; pertanyaan 5 = 0,647; pertanyaan 6 = 0,616) dan 3 pertanyaan lainnya menunjukkan korelasi yang kuat (pertanyaan 2 = 0,802; pertanyaan 3 = 0,763; pertanyaan 4 = 0,759). Hasil uji reliabilitias R4-FDDQ versi bahasa Indonesia menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,79, artinya kuesioner reliabel karena nilai Cronbach’s alpha lebih dari 0,7. Tingkat

reliabilitas kuesioner ini menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima dan kuesioner dapat diandalkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kuesioner R4-FDDQ versi bahasa Indonesia valid dan dapat diandalkan. Kuesioner dapat digunakan sebagai alat skrining dispepsia fungsional bersama dengan endoskopi tetap sebagai metode pemeriksaan utama (gold standard) dalam mendiagnosis dispepsia fungsional.

Penulis: Muhammad Miftahussurur

Artikel dapat diakses pada: https://doi.org/10.47307/GMC.2023.131.2.5