Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Buka Peluang Kerja Sama Akademik dengan Kedutaan Besar Belanda

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD saat menyampaikan sambutan dalam kunjungan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jumat (14/8/2026) (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali perkuat sinergi global dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda (Embassy of the Kingdom of the Netherlands). Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (14/8/2026) di Bali Room, Lantai 4, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. 

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD, menyoroti adanya peluang pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama antara Indonesia dan Belanda. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan mendatangkan lebih banyak peluang bagi generasi mahasiswa berikutnya dalam belajar dan memperoleh pengalaman internasional.

“Kami sangat bangga dan senang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk menjajaki bagaimana institusi kami dapat lebih memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi,” ucapnya.

UNAIR terus berupaya aktif untuk menghadirkan sinergi lintas negara melalui 17 kolaborasi yang terjalin dengan beberapa universitas di Belanda. Hal ini menjadi landasan penting untuk mendukung ekosistem pendidikan global di masa mendatang.

Foto bersama pihak UNAIR dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda (Foto: Humas UNAIR)

Direktur Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR, Irfan Wahyudi SSos MComms PhD menuturkan bahwa terdapat peningkatan minat mahasiswa UNAIR untuk belajar di Belanda. Harapannya, UNAIR dapat membangun kolaborasi dengan program yang relevan guna memfasilitasi minat dan pengalaman belajar mahasiswa.

“Kita bisa lihat ada peningkatan minat dari mahasiswa kami untuk mengunjungi Belanda dan belajar di sana. Jika memungkinkan untuk memfasilitasi minat mereka, mungkin ada juga program yang bisa bermanfaat bagi mahasiswa kami,” tuturnya. 

Potensi kerja sama menyasar beberapa aspek, seperti kedokteran, kesehatan, humaniora, ekonomi dan manajemen, studi maritim, pertanian, ilmu lingkungan, bahasa, bisnis, serta ilmu sosial. Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang proyek pascadoktoral (postdoctoral) dan kolaborasi antar staf maupun dosen. 

“Dalam lingkungan yang dinamis, kemitraan yang stabil menjadi semakin penting tidak hanya antara pemerintah. Tetapi juga antara universitas, peneliti, mahasiswa, dan komunitas yang lebih luas,” pungkas Prof Amin. 

Dalam perjumpaan tersebut, UNAIR turut mengenalkan Academic Mobility Exchange for Undergraduate and Master at Airlangga (AMERTA) sebagai program mobilitas internasional yang telah berjalan. Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) dari universitas mitra untuk menjalani studi di UNAIR. 

AMERTA menawarkan durasi mobilitas bervariasi yang mencakup kegiatan akademik, bantuan biaya kuliah, tunjangan hidup, pemahaman budaya (cultural immersion), dan pengakuan transkrip akademik. Oleh karena itu, dibutuhkan promosi program AMERTA ke universitas-universitas dan mahasiswa di Belanda. 

Melalui kunjungan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, UNAIR tak hanya menjalin relasi global. Tetapi juga memperkuat kolaborasi riset dan kerja sama di bidang keberlanjutan lingkungan serta pengembangan teknologi. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Yulia Rohmawati