Universitas Airlangga Official Website

UNAIR dan British Council Kerja Sama Penguatan Relasi Global dan Pendidikan

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) membahasa rencana kerja sama dengan British Council. Kerja sama tersebut fokus memperkuat relasi komunitas global, pendidikan, dan kebudayaan. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Pleno, Balairua, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C Universitas Airlangga pada Rabu (21/06/2023).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Summer Xia selaku British Council Country Director; Muhammad Miftahussurur MKes SpPD KGEH PhD selaku Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi UNAIR; Prof Diah Ariani Arimbi SS MA PhD Ketua Pusat Bahasa dan Multibudaya (PUSBA MULYA) UNAIR.

Sambut Peluang Kerja Sama Dengan Inggris

Prof Miftah menyambut rencana kerja sama British Council dengan UNAIR terutama dalam hal peningkatan relasi global. Pihaknya juga mendukung adanya kesempatan kerja sama dalam jangka panjang lewat British Council sebagai representasi United Kingdom (UK) dengan melibatkan UNAIR sebagai mitra strategis.

“Kami sangat membuka peluang tersebut. Mengingat saat ini UNAIR telah memiliki kerja sama dengan lebih dari 30 universitas di United Kingdom (UK). Sehingga hal tersebut akan memperteguh UNAIR untuk bisa melebarkan relasi di UK di berbagai sector, khususnya pendidikan,” jelas Prof Miftah.

Bangun Kepercayaan

Xia menegaskan bahwa pihaknya fokus memberikan dukungan kerja sama dalam bidang pendidikan, peluang untuk bergabung dalam penelitian bersama multi studies, kolaborasi, dan program pertukaran. Pihaknya menilai, UNAIR memiliki kapasitas yang luar biasa atas kerja sama internasional yang selama ini telah berjalan.

“Kerja sama ini nantinya akan sangat menguntungkan. Kami juga akan turut mempromosikan mahasiswa di UK untuk bisa exchange, internship, community development dan join research,” jelas Xia.

Peningkatan Mutu English Assessment

Pertemuan tersebut juga membahas kualitas tes kemampuan bahasa Inggris, baik TOEFL maupun IELTS. Prof Diah juga menjelaskan bahwa saat ini UNAIR telah menyediakan layanan tes dan bimbingan TOEFL lewat PUSBA MULYA UNAIR. Hal tersebut tentunya menjadi aspek penting dari dukungan yang British Council mengenai standarisasi tes. Tujuannya, agar hasil test lebih spesifik dan mengukur lebih mendalam terkait kemampuan para peserta.

“Kami ingin mengajak British Council untuk bekerja sama dalam hal tes IELTS sesuai dengan standar yang digunakan universitas dunia. Hal tersebut tentunya akan mendukung hasil tes yang diberikan agar dapat diakui secara internasional,” jelas Prof Diah yang merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UNAIR. (*)

Penulis: Satriyani Dewi Astuti

Editor: Binti Q Masruroh