Universitas Airlangga Official Website

UNAIR dan UTM Lakukan Perjanjian Kerja Sama Tri Dharma

Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak (Kanan) bersama Naib Canselor UTM Prof Datuk Ir Ts Dr Ahmad Fauzi bin Ismail (Kiri) saat Menandatangani Memorandum Perjanjian pada Senin (16/10/2023) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) menyambut kunjungan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada Senin (16/10/2023). Pertemuan tersebut bermaksud untuk menyepakati kerja sama antar kedua universitas dalam berbagai bidang, termasuk penelitian dan pengabdian masyarakat.

Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak menyambut hangat kedatangan sekaligus maksud dari pertemuan itu. Baginya, merupakan satu kehormatan bisa menjalinkan kerja sama antara dua universitas besar negeri jiran.

“Sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa menjamu tamu-tamu kehormatan kami dari Universiti Teknologi Malaysia. Hari ini kita nait menandatangani MoU untuk research sebagai bagian komitmen kami untuk menjalin kerjasama antara perguruan tinggi, bangsa, dan negara agar lebih baik lagi,” ujar Prof Nasih.

Senada dengan Prof Nasih, Naib Canselor UTM Prof Datuk Ir Ts Dr Ahmad Fauzi bin Ismail juga menyambut hangat kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi katalis bagi kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama.

“Kalau kita mau jalan cepat, jalan sendiri. Kalau kita mau jalan jauh, maka jalan bersama,” ucap Prof Fuzi.

Memorandum Perjanjian 

Prof Nasih bersama Prof Fauzi telah menandatangani memorandum perjanjian tersebut di Ruang Sidang Pleno Kampus MERR-C UNAIR. Memorandum tersebut sebagai bentuk nyata kesepakatan kerja sama antara kedua universitas besar itu.

Bentuk kerja sama antara UNAIR dan UTM nantinya akan terimplementasikan dalam kegiatan penelitian dan juga pengabdian masyarakat. Prof Nasih secara rinci menyebut bahwa kini terdapat enam penelitian yang sudah berjalan atas kolaborasi peneliti dari kedua universitas.

“Kita punya enam judul untuk dikembangkan. Ke depan bisa lebih banyak lagi, kita senang bahwa UTM punya teman di luar malaysia sehingga kita bisa menjaring network kita di bidang research ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Rektor UNAIR Prof Nyoman Tri Puspaningsih MSi mengatakan jika kerja sama keduanya akan menguntungkan bagi semua pihak. Hal ini mengingat bentuk kerja sama bukan hanya penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat yang banyak berkecimpung dalam bidang kesehatan.

“UTM memiliki kekuatan besar di bidang teknologi, tapi tidak memiliki studi kesehatan. UNAIR memiliki studi di bidang kesehatan, sehingga kerja sama yang dapat terjalin seperti terciptanya teknologi di bidang kesehatan,” ungkap Prof Nyoman.

Rencana Lanjutan

Di waktu yang yang akan datang, Perwakilan UTM sekaligus Timbalan Naib Canselor Prof Dr Rosli bin Md Illias mengungkap maksud kerja sama bidang pengabdian. Salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang terencana akan berlangsung pada Juni tahun depan.

Next June 2024 UTM ingin mengajak pengmas dengan 40 researcher. Sebenarnya ini adalah bagian dari visi vice rector UTM yang merancang program Go Global,” jelasnya.

Ia berharap jika kerja sama ini menjadi tonggak yang dapat mengukuhkan hubungan UTM dengan UNAIR. Tidak hanya itu, besar juga harapannya agar kerja sama ini dapat membawa pengaruh positif bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Penulis: Muhammad Badrul Anwar

Editor: Nuri Hermawan