Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Dorong Kesetaraan Gender Melawan Stereotip terhadap Perempuan di Lingkungan POLRI

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin bersama Irjen Pol (Purn) Dr Juansih Dra SH M Hum, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra Hj Arifatul Choiri Fauzi M Si, Gubernur Jawa Timur, Dr. H.C .UA Hj Khofifah Indar Parawansa saat sesi foto bersama peluncuran buku Women in Law Enforcement: Mendobrak Gender Trap Polisi Wanita, Kamis (11/9/2025) (Foto: PKIP UNAIR)
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin bersama Irjen Pol (Purn) Dr Juansih Dra SH M Hum, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra Hj Arifatul Choiri Fauzi M Si, Gubernur Jawa Timur, Dr. H.C .UA Hj Khofifah Indar Parawansa saat sesi foto bersama peluncuran buku Women in Law Enforcement: Mendobrak Gender Trap Polisi Wanita, Kamis (11/9/2025) (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Sekolah Pascasarjana menggelar peluncuran buku Women in Law Enforcement: Mendobrak Gender Trap Polisi Wanita karya Irjen Pol (Purn) Dr Juansih Dra SH MHum, Kamis (11/9/2025). Acara yang berlangsung di Auditorium Ternate, Gedung ASSEC Tower Kampus DHARMAWANGSA-B UNAIR ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-77 Republik Indonesia.

HUT Polwan dan Kesetaraan Gender di Lingkungan POLRI

Buku ini digagas oleh Center of Women Empowerment in Law Enforcement (CWLE) Pascasarjana UNAIR sebagai upaya mendukung pengarusutamaan gender di kepolisian. Isinya membahas pengalaman nyata sekaligus strategi praktis bagi polwan untuk mendobrak stereotip gender yang kerap membatasi ruang gerak mereka.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menegaskan bahwa keterwakilan perempuan dalam kepolisian masih perlu diperkuat. “Keterwakilan perempuan di Polri saat ini hanya sekitar enam persen. Buku ini menjadi panduan praktis sekaligus inspiratif bagi polwan untuk meraih kesetaraan yang lebih hakiki. Kehadirannya sangat relevan dengan misi UNAIR dalam mendukung pengarusutamaan gender,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra Hj Arifatul Choiri Fauzi M Si, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNAIR. Menurutnya, kehadiran polwan bukan sekadar simbol, melainkan kebutuhan nyata bagi sistem hukum yang lebih berperspektif gender. “Polwan membawa sensitivitas dan empati yang berbeda, terutama dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tantangan terbesar ada pada mindset dan kesempatan. Buku ini menjadi cermin bahwa perjuangan kesetaraan gender di tubuh kepolisian adalah agenda penting bagi bangsa,” tegasnya.

Kontribusi untuk SDGs

Peluncuran buku ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Terkhusus tujuan nomor 5 tentang kesetaraan gender dan tujuan nomor 16 tentang perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat.

UNAIR berharap melalui kehadiran karya ini, polisi wanita Indonesia semakin percaya diri menembus batas stereotip gender, meraih posisi strategis, serta menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Penulis: Samudra Luhur Pambudi

Editor: Ragil Kukuh Imanto