UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) memperkenalkan inovasi AirBiliNest. Dr Mahendra Tri Arif Sampurna dr SpA memperkenalkan langsung AirBiliNest sebagai sebuah sistem fototerapi pintar untuk menangani penyakit kuning pada bayi (Hiperbilirubinemia) dalam webinar pada Senin (29/9/2025). Inovasi tersebut bertujuan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa bayi sekaligus meringankan beban biaya kesehatan nasional.
Ancaman Serius Kematian Neonatal
Dalam pemaparannya, Dr Mahendra menekankan bahwa penyakit kuning bukan sekadar gejala. Melainkan masalah kesehatan serius yang masuk dalam lima besar penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia. Risiko kerusakan otak permanen pada bayi sangat tinggi jika tidak tertangani tepat waktu.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi. Di mana penanganan bayi kuning menelan biaya klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang signifikan, mencapai Rp 97,7 triliun. “Kasus ini menuntut adanya penanganan yang efektif, terstandar, dan mudah diakses oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Dukungan Komersialisasi
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti FK UNAIR menciptakan AirBiliNest dalam dua varian. Yakni MKA-3 Stasioner (untuk rumah sakit) dan MKA-2 Portabel (untuk layanan kesehatan tingkat pertama). Kedua alat tersebut dilengkapi fototerapi efisien dan sistem monitoring komprehensif sehingga dokter dapat memantau kondisi bayi secara optimal.
Dr Mahendra juga memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti pada tahap riset. AirBiliNest telah mendapat dukungan pendampingan komersialisasi BPBRIN (sekaran Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis) pada tahun 2024 dan siap menuju produksi massal. Hal tersebut terbukti dengan uji klinis dan perjanjian kerja sama komersialisasi.
Sebagai tambahan, pengembangan AirBiliNest selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3 yakni Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) yang salah satunya berfokus menekan angka kematian ibu dan anak. Hal tersebut memberikan harapan baru bagi kesehatan bayi Indonesia.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Yulia Rohmawati





