UNAIR NEWS – Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025) di Ruang Sidang Pleno Balai RUA tersebut terselenggara dalam rangka penguatan pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Capaian UNAIR pada tahun 2024 yang meraih predikat AA dan mendapatkan penghargaan terbaik pertama dengan kategori “Perguruan Tinggi Negeri Sebagai Badan Hukum” dalam ajang Anugerah Penghargaan Mendikbud-Ristek Atas Kinerja Anggaran, SAKIP dan Keterbukaan Informasi Publik menjadi dorongan terlaksananya kunjungan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Ir Mochammad Amin menyambut hangat kunjungan benchmarking tersebut. Ia berharap benchmarking tersebut dapat memperkuat kolaborasi dan meningkatkan sinergi kinerja antar-PTNBH. Khususnya dalam pengelolaan akuntabilitas dan tata kelola yang berorientasi pada hasil.
Pelaporan SAKIP yang Efisien
Direktur Direktorat Perencanaan dan Organisasi UPI Dr Yatun Romdonah Awaliah MPd menuturkan bahwa kedatangan mereka di UNAIR berdasarkan pada pertimbangan terhadap capaian kinerja UNAIR dalam bidang SAKIP. “UNAIR memperoleh predikat AA yang merupakan capaian tertinggi di antara PTNBH. Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi dan meningkatkan sinergi kinerja antar-PTNBH. Khususnya dalam pengelolaan akuntabilitas dan tata kelola yang berorientasi pada hasil,” ucapnya.
Koordinator bidang Strategic Report BPP UNAIR, Dr Oemar Moechthar SH MKn memandu sesi diskusi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Direktorat Perencanaan dan Organisasi UPI. Khususnya terkait pengelolaan SAKIP, perencanaan, manajemen risiko dan penyusunan peta proses bisnis instansi pemerintah.
“Kebijakan UNAIR di dalam pelaporan strategis adalah evidence-based. Oleh karena itu, dalam aspek pelaporan, UNAIR memiliki Dashboard Satu Data, yakni platform pelaporan data kinerja UNAIR yang berfungsi menyajikan informasi secara terpadu dan akurat. Saat ini terdapat 14 domain data yang menggambarkan kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan indikator pendukung lainnya. Dampaknya, proses pelaporan menjadi lebih sistematis, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Oemar.
Ia juga menyampaikan bahwa E-SAKIP merupakan tulang punggung pelaporan di lingkungan UNAIR. Pembaruan dan pelaporan capaian kerja dilakukan setiap triwulan melalui aplikasi ini guna memastikan proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data dapat berjalan konsisten dan terstandar.
Strategi Penyusunan Rencana Strategis dan Target Kinerja
Kendala terbesar penyusunan rencana strategis (renstra) adalah proses cascading sampai ke level unit kerja, individu dosen, hingga tenaga kependidikan. Terutama karena terdapat distribusi target dari kementerian dan rektor. Oemar menekankan perlunya sinkronisasi renstra secara terstruktur dari rektor ke dekan, menurun kepada departemen dan prodi agar dapat seirama sampai unit terkecil.
“Terdapat beberapa target kinerja yang kami rincikan berdasarkan IKU-UA, IKK, IKU Kemendikbud, serta target-target terkait pemeringkatan. Sebagian target tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan anggaran,” tambahnya.
Tidak berhenti di situ, Oemar juga menyebutkan bahwa UNAIR telah menerapkan regulasi yang mewajibkan seluruh dashboard dan laman di lingkungan kampus untuk terintegrasi dengan UNAIR Satu Data. Kebijakan ini bertujuan memastikan konsistensi, akurasi, dan keseragaman data. Sehingga seluruh proses perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan kinerja, termasuk pengambilan kebijakan oleh pimpinan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati, Oemar Moechthar





