UNAIR NEWS – Perubahan struktur dunia menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda untuk mampu membaca arah perubahan. Berangkat dari tantangan tersebut, The 7th ASEAN University Network-Student Affairs Network (AUN-SAN) dan 2nd VOX (Voice, Opportunity, and eXchange) Meeting kembali digelar. Kegiatan tersebut terselenggara di Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai tuan rumah dan berlangsung pada Rabu (2/9/2026) di Aula THE IX, Kampus MERR-C.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Prof Dr Ardianto SE MSi Ak CMA CA, mengatakan pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa lintas negara untuk belajar satu sama lain. “Pertemuan ini membuka kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengetahuan, dan membangun wawasan global. Kita harus memiliki global minds agar mampu memahami berbagai perspektif,” ujarnya.
Menyiapkan Kompetensi di Tengah Perubahan
Prof Ardianto menilai perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi digital telah mengubah kebutuhan kompetensi profesional. Pada saat yang sama, climate change, kesetaraan sosial, dan konektivitas global menuntut generasi muda memiliki kemampuan yang tidak berhenti pada aspek teknis. Melainkan juga mencakup kemampuan substantif.

Forum AUN-SAN dan VOX Meeting hadir sebagai wadah untuk membahas berbagai best practices dalam pengembangan mahasiswa. Peserta mendiskusikan penguatan student mobility, pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, digital literacy, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan kehidupan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Pertukaran pengalaman tersebut harapannya membantu perguruan tinggi menemukan pendekatan yang lebih relevan dalam membentuk mahasiswa yang berintegritas dan bertanggung jawab. “Kolaborasi lintas negara juga membuka peluang bagi peserta untuk membawa gagasan dari forum ini ke lingkungan kampus dan masyarakat masing-masing,” tutur Prof Ardianto.
Memperkuat Peran Student Affairs
AUN Executive Director, Prof Dr Thanapan Laiprakobsup, menekankan pentingnya jejaring student affairs dalam mendukung perkembangan mahasiswa di kawasan ASEAN. “Pengalaman mahasiswa tidak hanya terbentuk melalui kegiatan akademik. Perguruan tinggi juga perlu menyediakan wadah untuk membantu mahasiswa mengembangkan skills,”.
Melalui pertemuan tersebut, peserta dapat berbagi gagasan dan praktik yang kemudian berkembang menjadi policy recommendation untuk mendukung solusi di kawasan ASEAN. “Para praktisi bidang kemahasiswaan dan mahasiswa dapat bertukar gagasan serta mengembangkan mekanisme yang mendukung keberlanjutan di ASEAN,” tuturnya.
Pertemuan AUN-SAN dan VOX Meeting pun menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda ASEAN yang mampu membaca dan merespons perubahan. Forum ini harapannya dapat melahirkan gagasan yang memberi dampak bagi masyarakat luas di kawasan ASEAN.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





