Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Kukuhkan Tujuh Guru Besar Baru

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan pengukuhan guru besar (gubes) baru pada Rabu (18/10/2023) esok. Dalam hal ini UNAIR menggelar konferensi pers pada Selasa (17/10/2023), di Ruang Sidang Pleno Gedung Manajemen Kampus MERR-C.

Tujuh gubes berasal dari berbagai bidang keilmuan. Fakultas Kedokteran (FK) sebanyak empat orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) satu orang, Fakultas Vokasi (FV) satu orang, dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) satu orang. Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak mengatakan bahwa tambahan gubes ini akan menambah kontribusi UNAIR terhadap masyarakat.

“Dengan tambahan guru besar ini, kami ingin agar kontribusi UNAIR pada bangsa dan negara serta kemanusiaan, juga komunitas bisa meningkat lagi,” katanya.

Tujuh gubes yang akan mengikuti sidang pengukuhan esok hari antara lain Prof Dr Prastiya Indra Gunawan dr SpA(K), Prof Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni SpTHTBKL SubspOnk(K) FICS, Prof Dra Heny Arwati MSc PhD, Prof Dr dr Rosy Setiawati SpRad(K) CCD, Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos MM PhD CHE, dan Prof Dr Edy Jauhari Drs MHum.

Hal Unik

Terdapat beberapa hal unik pada pengukuhan guru besar kali ini. Prof Nasih menuturkan bahwa Prof Dian merupakan guru besar pertama FV. “Kali ini ada guru besar FV pertama. Jadi jangan khawatir teman-teman Vokasi, meskipun latar belakang pendidikan Vokasi tapi bisa jadi guru besar,” tutur Rektor UNAIR.

Selain itu, jumlah guru besar UNAIR yang telah resmi mengikuti pengukuhan sebanyak 69 orang. Jumlah ini serasi dengan usia UNAIR yang mencapai 69 tahun pada tahun ini. “Sampai dengan saat ini ada 69 guru besar yang kami kukuhkan, sesuai dengan 69 tahun usia UNAIR pada tahun ini,” papar Prof Nasih.

Peningkatan Publikasi

Tujuh guru besar baru ini akan menambah amunisi UNAIR dalam meningkatkan publikasi jurnal ilmiah. Jumlah publikasi jurnal ilmiah UNAIR pada jurnal bereputasi telah mencapai angka 2300 hingga saat ini. Prof Nasih berharap jumlah ini akan semakin bertambah.

Sementara itu, peningkatan jumlah jurnal ilmiah yang terpublikasi pada jurnal bereputasi akan memudahkan seseorang menjadi guru besar. “Peningkatan kita harapkan terus ada. Dengan banyaknya publikasi maka proses untuk menjadi guru besar akan lebih mudah,” paparnya.

Prof Nasih menegaskan bahwa dukungan akan terus mengalir kepada civitas akademika yang melakukan penelitian, hingga menghasilkan publikasi jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah yang terpublikasi ini akan memberikan dampak baik kepada masyarakat.

“Kita akan fasilitasi dan support civitas akademika yang melakukan penelitian sampai publikasi jurnal ilmiah. Harapannya hal ini bisa memberikan dampak baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Binti Q. Masruroh