UNAIR NEWS – Rencana pembangunan Sains Techno Park (STP) Universitas Airlangga (UNAIR) memasuki babak baru. Pada Selasa (20/1/2026), UNAIR melakukan kunjungan dan audiensi ke Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebagai upaya tindak lanjut atas pembangunan STP yang berlokasi di Pulau Madura tersebut.
Hadir mewakili UNAIR, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Prof Dr Ardianto SE MSi Ak CMA CA. Tidak sendiri, ia juga didampingi Direktur Direktorat Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan, dan Operasional (Dit Pilar) Prof Iman Prihandono SH MH LLM PhD; Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Prof Dr Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) PhD; dan Direktur Direktorat Keuangan Prof Dr Hamidah SE MSi Ak.
Wujudkan Hilirisasi
Prof Ardianto menuturkan, pembangunan STP merupakan mandat dari pemerintah dalam rangka mewujudkan hilirisasi. Dalam hal ini, hilirisasi produk-produk akademik dan riset dari perguruan tinggi. Dengan harapan dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat luas.
“STP itu memang mandatnya pemerintah juga dalam rangka hilirisasi produk akademik, riset, supaya bisa menjadi produk yang bermanfaat untuk masyarakat. Dan saya kira, dengan ini setidaknya masyarakat juga bisa merasakan bahwa di sini juga ada UNAIR,” kata Prof Ardianto.

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu juga menekankan bahwa pendirian STP ini menjadi wujud aktualisasi dari sebuah keilmuan. Yang tidak lain adalah bermuara pada kebermanfaatan. “Justru intisari dari sebuah keilmuan itu kan kebermanfaatan untuk masyarakat. Dan hilirisasi ini jadi salah satu bentuk tanggung jawab kami untuk memberikan dampak,” imbuhnya.
Pusat Unggulan Riset
Sementara itu, Ketua BPP Prof Dian Ekowati menambahkan bahwa STP akan menjadi pusat unggulan riset untuk mengelola hasil pemikiran para akademisi dan ilmuwan di UNAIR. “STP ini kita sebut sebagai pusat unggulan riset. Jadi sebuah pusat yang dirujuk oleh pemerintah. Nanti insyaallah yang akan dikelola dan dikembangkan di sini adalah produk hasil pemikiran teman-teman yang ada di UNAIR. Niatnya tidak langsung dijual, melainkan bekerja sama dengan industri,” jelasnya.
Prof Dian berharap, keberadaan STP bisa membantu dan memfasilitasi banyak pihak. “Kami tidak saja akan mengundang industri untuk bekerja sama, tetapi juga universitas lain untuk mengembangkan riset bersama. Jadi harapannya tentu bisa mendatangkan manfaat terutama untuk kesejahteraan masyarakat Bangkalan,” katanya.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim SIP MH menyambut optimis rencana pembangunan STP di daerah yang ia pimpin itu. Menurutnya, rencana tersebut menjadi angin segar bagi perkembangan Kabupaten Bangkalan yang hingga saat ini masih terus diupayakan. Ia berharap bisa ada solusi untuk mengembangkan Kabupaten Bangkalan lebih jauh dan optimal.
“Kita sudah berinisiatif dalam beberapa hal. Awal-awal kami sudah presentasi ke mana-mana termasuk untuk sarana prasarana, untuk mengembangkan wilayah ini, sampai barusan kami juga ke PUPR dan ATR BPN. Semoga nanti ada solusi untuk bagaimana bisa membangun,” ucapnya.
Sebagai tambahan, STP tersebut rencananya akan mulai dibangun pada tahun ini. Diharapkan, dampak STP ini bisa diukur tidak hanya dalam waktu satu hingga lima tahun berjalan, tetapi juga dalam jangka panjang, hingga 20-30 tahun mendatang.
Penulis: Yulia Rohmawati





