UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mochammad Nasih mengatakan bahwa pihaknya akan menggenjot kinerja perguruan tinggi. Kinerja yang dimaksud adalah akreditasi program studi, jumlah dosen dan yang berpendidikan doktor, dan publikasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasih menyusul rilis peringkat perguruan tinggi non-politeknik yang masuk pada klaster 1 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pemeringkatan tersebut dinilai dari aspek sumber daya manusia, penelitian, kelembagaan, kemahasiswaan, dan pengabdian masyarakat.
“UNAIR menduduki peringkat tujuh. Bertahan. Tahun kemarin UNAIR juga menduduki peringkat tujuh. Semoga tahun depan bisa meningkat,” tutur Nasih.
Untuk menaikkan posisi tersebut, Nasih akan mengakselerasi sejumlah hal. Pertama, penambahan jumlah program studi (prodi) yang terakreditasi A. Targetnya, pada tahun 2017, prodi yang terakreditasi A mencapai 65 persen. Target ini meningkat dari tahun lalu yang berada pada angka 55 persen.
“Semoga tahun depan jumlah prodi yang terakreditasi A bisa 78 persen. Selama ini, kita masih terkendala periodisasi akreditasi. Pada tahun ini dan tahun depan, prodi yang masih terakreditasi B bisa berubah menjadi A,” ungkap Nasih.
Selain itu, jumlah publikasi juga perlu ditingkatkan. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu mengungkapkan, jumlah publikasi yang diterbitkan peneliti UNAIR hingga pertengahan tahun 2017 mencapai 300 paper. Bila ditambah proseding, tahun ini, jumlah publikasi diharapkan bisa mencapai seribu publikasi.
Ia lantas berharap upaya segenap sivitas akademika UNAIR untuk terus bersinergi dalam mensukseskan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ini cermin terutama bagi kawan-kawan universitas. Posisi kita ini harus diambil pelajarannya, dan kita harus ngapain ke depan,” pinta rektor. (*)
Penulis: Defrina Sukma S
Editor : Binti Q. Masruroh





