UNAIR NEWS – Delegasi Universitas Airlangga (UNAIR) menghadiri rangkaian kegiatan strategis di Islamabad, Pakistan, mulai dari International Symposium on “Halal Science and Wellness”, pertemuan resmi dengan Rektor Bahria University, hingga diskusi khusus dengan NGO internasional untuk memperkuat kolaborasi community development. Delegasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Prof Dr Muhammad Miftahussurur SpPD-KGEH PhD, Executive Secretary WUACD Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi, dan Ketua LPJPHKI Prof Ferry Efendi S.Kep., Ns., MSc., PhD, Dr Muhammad Saud sebagai representasi UNAIR dalam diplomasi akademik dan kemitraan riset lintas negara.
Dalam simposium halal yang berlangsung di OIC-COMSTECH Secretariat, Prof Ni Nyoman mengikuti secara penuh sesi technical meeting yang berfokus pada harmonisasi laboratorium pengujian halal, sistem akreditasi, serta peluang kolaborasi riset internasional di bidang halal science. Ia menekankan bahwa standardisasi laboratorium halal merupakan kebutuhan global untuk memastikan keamanan, integritas, dan transparansi rantai pasok produk halal, serta membuka ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal berbasis sains.
Agenda strategis lainnya adalah pertemuan resmi antara Prof Muhammad Miftahussurur dan Rektor Bahria University, Vice Admiral Abid Hameed HI(M). Bahria University, yang merupakan universitas publik semi-pemerintah didirikan oleh Pakistan Navy pada tahun 2000, dipimpin oleh seorang Rektor, sementara Presiden Pakistan menjabat sebagai Chancellor sesuai charter universitas. Dalam diskusi bilateral tersebut, Prof Miftahussurur dan Rektor Abid Hameed membahas penguatan pendidikan tinggi melalui riset, inovasi, dan publikasi; peluang joint research, grant matching, serta joint publication; hingga pengembangan riset penyakit infeksi, perubahan iklim, dan kesehatan masyarakat. Rektor Abid Hameed menyambut baik kerja sama dengan UNAIR, seraya menegaskan bahwa kemitraan internasional merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas lulusan di bidang kesehatan dan sains.

Setelah pertemuan dengan Rektor, Prof Miftahussurur melanjutkan agenda dengan memberikan kuliah tamu bagi mahasiswa kedokteran Bahria University, baik yang hadir secara luring maupun daring. Dalam kuliah berjudul “Gastric Dysbiosis dan H. pylori Bacteria”, Prof Miftah menguraikan perkembangan riset mikrobioma gastrointestinal serta relevansinya terhadap praktik klinik dan kesehatan global. Mahasiswa memberikan respons antusias dan terlibat aktif dalam sesi diskusi, menunjukkan potensi kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang.
Terpisah dari agenda akademik tersebut, pada sore harinya, Prof Ni Nyoman mengadakan pertemuan khusus dengan Human Development Foundation (HDF), Islamabad, sebuah NGO terkemuka dalam pengembangan masyarakat. Didampingi oleh Dr. Muhammad Saud BS., MS., pertemuan ini membahas program WUACD UNAIR bertema “Indoor Pollution Mitigation for Rural Communities in Pakistan, Bangladesh, and Indonesia.” Diskusi berfokus pada pengembangan intervensi clean cookstoves, pelatihan kader kesehatan komunitas, riset evaluasi dampak kesehatan pada masyarakat rural, serta peluang pendanaan internasional untuk implementasi skala besar. Prof Ni Nyoman menegaskan bahwa program ini memperkuat peran UNAIR bukan hanya sebagai institusi penghasil ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat global.
Kolaborasi UNAIR juga diperluas melalui diskusi bersama akademisi International Islamic University (IIUI) dan peneliti University of Karachi, yang telah lama menjalin kerja sama dengan Long Island University (LIU) dalam platform WUACD. Pertemuan tersebut membahas pengembangan riset komparatif pendidikan kedokteran, model community development berbasis bukti, peluang publikasi bersama, serta joint supervision mahasiswa pascasarjana. Ketiga institusi sepakat untuk menyelaraskan program WUACD secara lebih sistematis agar menghasilkan dampak berkelanjutan di berbagai negara.
Rangkaian kegiatan strategis di Islamabad menunjukkan keseriusan UNAIR dalam memperkuat diplomasi akademik, membangun jejaring riset internasional, dan memperluas dampak pengabdian masyarakat lintas-negara. “Kerja sama ini membentuk fondasi jangka panjang untuk inovasi pendidikan, riset kesehatan, dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan,” tutur Prof Miftah, menutup agenda delegasi UNAIR di Pakistan.
Penulis: Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD
Editor: Yulia Rohmatillah





