Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Sambut Prince of Songkla University untuk Benchmarking Implementasi SDGs

Jajaran Pimpinan UNAIR berfoto bersama delegasi dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand, pada Kamis (30/10/2025) di Balai Rektorat Universitas Airlangga (RUA). (Foto: Humas UNAIR)
Jajaran Pimpinan UNAIR berfoto bersama delegasi dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand, pada Kamis (30/10/2025) di Balai Rektorat Universitas Airlangga (RUA). (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS– Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan delegasi dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand, pada Kamis (30/10/2025) di Balai Rektorat Universitas Airlangga (RUA). Kunjungan ini berlangsung dalam rangka benchmarking implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Universitas Airlangga.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menyambut dengan hangat kunjungan PSU. Prof Madyan mengatakan bahwa kemitraan yang kuat dengan universitas-universitas terkemuka seperti Prince of Songkla University sangat penting untuk mewujudkan misi bersama mengembangkan ilmu pengetahuan, menumbuhkan inovasi, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami menantikan peluang baru untuk memperluas kerja sama, baik dalam penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan staf, maupun program berbasis masyarakat yang selaras dengan SDGs. Pintu kami selalu terbuka untuk mempererat dan memperluas persahabatan antara dua institusi besar ini,” ungkap Prof Madyan.

Perkembangan Pusat SDGs UNAIR

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof. Hery Purnobasuki MSi PhD Dalam sambutannya menekankan komitmen berkelanjutan universitas. UNAIR terus mendorong tercapainya SDGs melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pendidikan. Ia menjelaskan bagaimana UNAIR berevolusi dari berbagai inisiatif terpisah menjadi platform terintegrasi yang memayungi program akademik dan kegiatan komunitas berfokus pada SDGs.

“Program kami dirancang tidak hanya untuk memberikan dampak akademik, tetapi juga untuk menciptakan perubahan nyata di masyarakat,” ujar Prof Hery.

Pada awalnya, SDGs di UNAIR bermitra dengan 70 sekolah, dan pada tahun 2025 telah berkembang menjadi sistem komprehensif yang mengintegrasikan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Prof Hery juga memaparkan sejumlah inisiatif unggulan UNAIR, seperti program pelatihan bersama mitra internasional. Selain itu, UNAIR secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat tahunan, yang mencakup kunjungan ke sekolah-sekolah, peluncuran buku, dan pameran inovasi.

Penguatan Kapasitas Akademik

Berbagai program UNAIR juga dimanfaatkan untuk memobilisasi organisasi mahasiswa dalam menangani isu-isu lokal, menyediakan summer courses dengan mitra internasional, serta mengembangkan modul pembelajaran formal terkait SDGs.

Dalam aspek kesetaraan dan inklusi, UNAIR menyediakan pelatihan khusus bagi perempuan, fasilitas penitipan anak dan ruang laktasi. Terdapat juga dukungan perumahan, program pencegahan kekerasan seksual, serta bantuan bagi mahasiswa berpenghasilan rendah berupa beasiswa, transportasi, dan bantuan pangan.

UNAIR juga menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama, melalui penerapan praktik sirkular, pengomposan, daur ulang, dan inovasi dalam pengelolaan limbah Termasuk limbah sel udang yang menjadi salah satu isu lingkungan lokal.

Lebih lanjut, Prof Hery menyoroti kolaborasi UNAIR dengan berbagai universitas terkemuka di Indonesia, Malaysia, Taiwan, dan Inggris. Ia menekankan pentingnya penelitian bersama dan program pelatihan internasional untuk memperluas inisiatif SDGs.

Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan keberlanjutan yang unik sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Sehingga, perlu koordinasi kuat antara sektor pendidikan dan komunitas. UNAIR secara rutin menerbitkan laporan keberlanjutan tahunan, buku panduan, dan benchmark praktik terbaik sebagai panduan bagi mahasiswa, staf, dan masyarakat dalam mengimplementasikan inisiatif keberlanjutan secara efektif.

Menutup sambutannya, Prof Hery menyampaikan optimisme terhadap potensi kerja sama di masa depan.

“Kami berharap dapat memperluas kemitraan dan menyelaraskan upaya kami dengan tujuan SDGs global,” tutupnya.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto