Universitas Airlangga Official Website

Tips Mengemas Isu Hukum dalam Bingkai Konten Menarik dan Edukatif

Pembukaan acara Kominfes 2.0 oleh ketua BEM Fakultas Hukum UNAIR (Foto: Istimewa)
Pembukaan acara Kominfes 2.0 oleh ketua BEM Fakultas Hukum UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat krusial dalam menyuarakan isu sosial dan hukum yang berkembang di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam acara Kominfest 2.0. Bertajuk Legal Content Legal Impact: Bagaimana Cara Seorang Mahasiswa Menjadi Influencer Edukatif, acara tersebut terselenggara oleh BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR). Acara yang menghadirkan Sadam Permana, konten kreator bidang hukum untuk membagikan kiat-kiat sukses membuat konten yang berdampak ini terlaksana pada Jumat (31/10/2025) di lantai 12 Gedung AG Pringgodigdo, Kampus Dharmawangsa-B.

Sadam menekankan bahwa kunci untuk memulai adalah “upload dulu” dan tidak perlu overthinking. “Banyak banget yang ingin berkarya tapi nggak segera di-upload kontennya,” ungkapnya. Lebih dari sekadar membagikan konten, Sadam mengajak para peserta untuk berani menyuarakan kebenaran. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi penggerak, bukan sekadar penonton.

“Konsisten sama konten apa yang ingin kita buat. Terutama yang berkaitan dengan menyuarakan sebuah isu sosial dan hukum, jangan setengah-setengah,” tambahnya. Bagi mereka yang merasa belum memiliki bakat, Sadam meyakinkan bahwa skill lebih tinggi dari bakat. Kuncinya adalah terus belajar dan mau memulai. Dengan begitu, skill dapat terus diasah dan dapat bernilai lebih dari bakat.

Khusus untuk isu hukum dan sosial, Sadam menekankan pentingnya kredibilitas. Penyampaian fakta di media sosial harus berdasarkan dasar hukum yang kuat. Data yang menjadi bagian isi konten juga harus kredibel. Ia memaparkan strategi pengemasan konten agar menarik, edukatif, dan mudah dipahami. Yaitu dengan membaginya menjadi tiga bagian utama, yaitu hook, isi, dan konklusi. 

Sadam juga mengingatkan akan pentingnya untuk membangun personal branding. Ia menyarankan agar media sosial dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjukkan citra diri yang positif dan profesional kepada khalayak umum. Hal ini juga termasuk aktif membagikan kegiatan positif dan menggunakan story telling yang efektif untuk menyampaikan nilai diri. 

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati