Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Teken MoA dengan National Dong Hwa University, Taiwan, Terkait Kolaborasi Hingga Pengmas

MoA CSAE dengan FTMM yang diwakili oleh Prof Dr Retna Apsari M Si (kanan) (Foto:Istimewa)
MoA CSAE dengan FTMM yang diwakili oleh Prof Dr Retna Apsari M Si (kanan) (Foto:Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga kembali menggandeng universitas internasional untuk memperkuat kolaborasi. Universitas Airlangga (UNAIR) teken MoA Memorandum of Agreement (MoA) dengan National Dong Hwa University, Taiwan. Penandatanganan itu berlangsung pada Jumat (1/3/2024) di Ruang Bali, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa B, UNAIR. MoA berfokus pada kerja sama ke depan, khususnya bagi FST dan FTMM seperti joint class, student exchange, hingga community development.

Penandatanganan turut dihadiri Dekan College of Science and Engineer Prof Wu-Yuin Hwang Ph D beserta jajaran; Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Prof Miratul Khasanah M Si beserta jajaran; Wakil Dekan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Prof Dr Retna Apsari M Si beserta jajaran; serta Wakil Direktur Airlangga Global Engagement (AGE) Dina Septiani Ph D. 

“Saya tahu jika bidang medisin Universitas Airlangga sangat bagus. Juga ada Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin yang baru. Saya sangat senang apabila dapat berdiskusi lebih lanjut. Karena kesempatan untuk berkolaborasi terbuka lebar,” sambut Prof Hwang.

Penandatanganan MoA Prof Wu-Yuin Hwang Ph D (kiri) dan Prof Miratul Khasanah M Si (kanan) (Foto:Istimewa)

Prof Dr Retna berharap adanya diskusi itu dapat menghasilkan kolaborasi seperti pengabdian masyarakat, joint class, hingga joint research. “Kami memiliki lima program studi, yakni teknologi sains data, rekayasa nanoteknologi, teknik industri, teknik elektro, dan teknik robotika dan kecerdasan buatan. Mungkin kita dapat berkolaborasi bersama, mulai kelas bersama, penelitian bersama, pengabdian masyarakat yang dapat kita diskusikan ke depannya,” sambutnya.

Joint class yang disediakan oleh Airlangga Global Engagement juga masih terbuka, jika berminat dapat berdiskusi lebih dalam lagi,” tambahnya. 

Prof Hwang juga turut mendukung adanya pertukaran pelajar antara kedua universitas. Terlebih CSAE sudah memiliki program internasional sehingga mahasiswa pertukaran tidak perlu belajar bahasa Mandarin terlebih dahulu. 

“Saat ini ada 39 mahasiswa Indonesia yang berkuliah di CSAE, terkait biaya juga tidak perlu khawatir. Karena kami memberikan beasiswa, tentu bagi mahasiswa yang excellent,” tegasnya. 

Pertemuan itu juga menghasilkan sebuah diskusi untuk terwujudnya co-supervising mahasiswa antara kedua universitas itu. “Saya kira kita memiliki topik penelitian yang mirip. Jadi, kita ingin co-supervising karena kami baru menyentuh topik tersebut. Mungkin dosen CSAE bisa ke Indonesia, ataupun mahasiswa kita pergi ke Taiwan,” tutup Prof Dr Retna.

Penulis: Muhammad Naqsya Riwansia

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Kedubes Perancis Buka Kesempatan Kerja Sama Pendidikan dengan UNAIR

Western Sydney University Indonesia-UNAIR Jajaki Kerja Sama Perkuat Tridharma