UNAIR NEWS – Wisuda menjadi hal yang berkesan, khususnya bagi mahasiswa yang telah berjuang menyelesaikan skripsi dan lulus tepat waktu. Atas bentuk syukur telah dilancarkan menuju proses kelulusan, mahasiswa prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan tasyakuran bertajuk MANIS pada Selasa (11/9).
Tasyakurang itu dilangsungkan usai sejumlah 66 mahasiswa Ekonomi Islam merampungkan studi dan diwisuda pada Sabtu (8/9). Tasyakuran sebnagai wujud syukur kepada Allah SWT berlangsung di Aula Tirto Diningrat FEB, Kampus B UNAIR. Tasyakuran itu juga mengundang pembicara untuk memberikan motivasi. Ialah Ichlasul Amal Rangga Winata S.EI M.SEI alumni 2007 sekaligus salah satu pencetus prodi Ekonomi Islam UNAIR.
Dalam kesempatan itu, Ichlasul mengajak para lulusan untuk ambil bagian dalam menggeluti wirausaha.
“Wirausaha menjadi satu pilihan yang dapat diambil bagi mahasiswa yang telah lulus. Namun, jalan tersebut tidakalah mudah, butuh sebuah tekad, prinsip, ilmu, dan kegigihan yang kuat,” papar Ichlasul.
Ichlasul mengatakan, bermasyarakat harus memiliki karakter yang kuat. Visi yang kuat akan menciptakan tekad yang kuat dan berdampak baik bagi masa depan. Bahwa kesuksesan, lanjutnya, diraih melalui ketekunan dan kegigihan.
“Yang pasti memohon restu orang tua bukan hanya sekadar tanya boleh atau tidak. Tetapi cara menyakinkan mereka (orangtua, Red) untuk mengerti keputusan kita,” paparnya.
Tentunya, alumni merasa bangga dengan capaian yang telah diraih setelah berproses di bangku perkuliahan kurang lebih empat tahun lamanya. Tasyakuran yang baru dilaksanakan tahun pertama ini dihadiri sekitar 200 mahasiswa. 66 mahasiswa yang baru saja merayakan kelulusan, sementara yang lain adalah mahasiswa aktif Ekonomi Islam. Dengan melingkari para alumni, para mahasiswa melantunkan mars yang baru dirilis.
“Senang, karena berhasil menyelesaikan kuliah walupun sedih sekaligus berat. Dengan gelar S.EI di belakang nama tidak hanya dimintai pertanggungjawaban di dunia, tetapi akhirat,” ujar Hengky Asmarakandi alumnus yang baru saja diwisuda.
Beribu mimpi para alumni dengan pertanggungjawaban di akhirat mampu membawa semangat untuk mengabdi di masyarakat berdasarkan ajaran Rasulullah. Teriakan haru muncul dari para alumni. Kelulusan ini bagian dari ujian dalam bentuk kenikmatan berupa gelar. Semoga bisa beramal dan bermanfaat bagi orang lain dan tidak menjadikan diri semakin merasa tinggi. (*)
Penulis : Rolista Dwi Oktavia
Editor: Binti Q. Masruroh





