Universitas Airlangga Official Website

Vertigo Sentral Akibat Abses Otak yang Membaik dengan Terapi Nonoperatif

Foto by KlikDokter

Vertigo merupakan keluhan subyektif pasien yang ditandai dengan sensasi tubuhnya berputar sehingga menyebabkan pasien mengalami gangguan keseimbangan. Vertigo bisa disebabkan oleh karena gangguan pada beberapa pusat keseimbangan, seperti di telinga dalam, mata, saraf sensoris posisi di tungkai dan leher, serta gangguan di otak. Keluhan vertigo yang disebabkan kelainan di otak merupakan kondisi yang harus segera didiagnosis dan mendapatkan terapi yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Vertigo yang disebabkan karena kelainan di otak paling sering disebabkan oleh karena gangguan vaskular (pembuluh darah) dan tumor. Penyebab vertigo sentral akibat infeksi otak juga perlu dipertimbangkan di Indonesia mengingatkan angka kasus infeksi di Indonesia cukup tinggi.     

Sebuah laporan kasus yang dibuat oleh Soni Azhar dkk pada tahun 2022 menyebutkan kejadian keluhan vertigo sentral pada seorang laki-laki berusia 49 tahun. Selain keluhan vertigo, pasien juga merasa gangguan  keseimbangan saat berjalan sehingga mudah jatuh. Keluhan dirasakan terus menerus selama lima bulan sehingga memaksa pasien harus datang ke IGD RS. Selain mengeluhkan vertigo, pasien juga merasa demam dan muntah. Pasien juga sering merasakan nyeri pada telinga kanan disertai keluar cairan pada telinga kanan dan penurunan pendengaran. Pasien tidak pernah berobat terkait keluhan di telinganya. Ketika dilakukan pemeriksaan MRI kepala, didapatkan hasil adanya beberapa abses (benjolan bernanah) di otak yang disebabkan oleh karena infeksi telinga kanan. Pasien tidak mungkin dilakukan tindakan operasi karena lokasi abses yang sulit dan jumlahnya banyak. Pasien segera diberikan antibiotik yang sesuai dengan hasil jenis kuman penyebab infeksi telinganya. Setelah perawatan intensif dengan antibiotik yang sesuai selama 28 minggu, hasil pemeriksaan MRI kepala evaluasi menunjukkan gambaran abses berkurang 80%. Keluhan pasien juga menghilang. Tapi pasien masih merasakan penurunan pendengaran pada sisi telinga yang terinfeksi.

Kevin Wilcox dan Krystle Shafer pada tahun 2018 membuat sebuah panduan bagi klinisi yang dikenal dengan “red flag dizzines” yang merupakan tanda bahaya (alarm) terhadap gangguan vertigo. Tanda ini diharapkan menjadi panduan kewaspadaan bagi masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter, bila keluhan vertigo yang dirasakan disertai

  1. Pandangan double
  2. Sulit menelan (mudah tersedak)
  3. Pelo atau cadel
  4. Kesulitan menunjuk benda dengan tepat
  5. Nyeri kepala mendadak
  6. Nyeri leher
  7. Riwayat trauma
  8. Riwayat infeksi

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat akan membantu kesembuhan pasien dengan gejala sisa yang minimal

Penulis: Wardah Rahmatul Islamiyah, Soni Azhar Pribadi, Aan Dwi Prasetio, Putri Irsalina, Paulus Sugianto

Link Jurnal: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/outcome-of-medical-treatment-of-otogenic-brain-abcess-without-the