UNAIR NEWS – Entrepreneur Day 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Airlangga (UNAIR) menghadirkan Wali Kota Surabaya, Dr Eri Cahyadi ST MT. Eri menjadi pembicara guna mengupas strategi dan dukungan Pemerintah Kota Surabaya dalam mempersiapkan Generasi Z berdaya saing global.
Dalam paparannya, Wali Kota Surabaya menegaskan bahwa UNAIR memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Surabaya. Menurutnya, kekuatan sebuah kota tidak lepaskan dari kualitas perguruan tingginya. Ia menyebut UNAIR sebagai institusi dengan kontribusi nyata di bidang ekonomi dan bisnis.
Dalam konteks tersebut, Eri menyoroti tantangan dunia kerja yang tengah mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi. Mengutip Future of Jobs Report 2025, Eri menjelaskan bahwa perkiraan akan ada sekitar 170 juta pekerjaan baru tercipta hingga tahun 2030. Namun di sisi lain, sekitar 92 juta pekerjaan juga berpotensi hilang akibat disrupsi teknologi dan transformasi digital. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda harus siap beradaptasi. Ia menambahkan bahwa pekerjaan administratif yang bersifat rutin menjadi salah satu sektor yang paling rentan tergantikan oleh teknologi.
“Kalau kemampuan kita hanya di administrasi, maka kita akan tergilas oleh teknologi. Di Pemerintah Kota Surabaya, saya sudah mendigitalisasi seluruh proses. Mulai dari perencanaan anggaran hingga pengawasan pekerjaan, agar semuanya transparan dan terukur. Artinya peran administrasi berubah. Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus menyiapkan diri dengan kemampuan berpikir kritis dan inovatif,” tegas Eri.
Pada kesempatan tersebut, Eri juga menyoroti kecenderungan generasi muda yang masih berorientasi menjadi pencari kerja. Ia mengaku kerap menemui lulusan yang menanyakan ketersediaan lowongan pekerjaan. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu diubah dengan mendorong mahasiswa agar mampu melihat dan memanfaatkan peluang usaha yang telah tersedia.
Implementasi Kerjasama
Sebagai salah satu upaya konkret, Pemerintah Kota Surabaya menjalin kerja sama dengan himpunan hotel dan restoran di Surabaya untuk membuka peluang usaha bagi generasi muda. “Kami telah bekerja sama dengan himpunan hotel dan restoran yang ada di Surabaya. Saya melakukan penandatanganan MoU dengan seluruh HoReKa, agar ketika mereka punya investasi di Surabaya, kebutuhan mereka seperti daging ayam, daging sapi, supplier, sampai laundry, itu harus dikerjakan oleh anak-anak muda Kota Surabaya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga mengembangkan platform digital e-peken serta memanfaatkan 133 aset daerah sebagai ruang usaha yang dapat masyarakat gunakan. Eri menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan wirausaha pemula.
Sejalan dengan itu, ia menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang mampu menggerakkan perekonomian kota. Ia menilai mahasiswa FEB UNAIR memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan. Khususnya, dalam membangun jejaring, mengelola usaha, serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM di Surabaya.
Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista.
Editor: Ragil Kukuh Imanto





