UNAIR NEWS – Garuda Mukti Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan webinar bertajuk Pola Diet dan Hidup Sehat untuk SDM Unggul pada Selasa (04/03/2025). Mahasiswa dari berbagai fakultas mengikuti webinar ini berlangsung secara daring ini. Acara ini menghadirkan dosen dari berbagai bidang keahlian. Mereka adalah Misbakhul Munir Dr MKes (FK UNAIR), Nina Amalia drh MSi (FKH UNAIR), dan Claudia Anrihdo SAnt MS (FISIP). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pola hidup sehat dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari.
Perbanyak Aktivitas Fisik
Dengan latar belakang di bidang sport science, dr Misbakhul membahas berbagai aspek penting dalam menerapkan pola hidup sehat. “Pola makan yang seimbang dan olahraga teratur berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas mahasiswa,” ujar dr Misbakhul.
Misbakhul menjelaskan bahwa World Health Organization (WHO) menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik selama 150 menit per minggu. Ia juga menekankan pentingnya diet seimbang dengan konsumsi gula, garam, dan lemak dalam batas wajar. “Makanan sehat tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh tetapi juga membantu mengelola stres akademik dan meningkatkan fokus belajar,” tambahnya.
Berdasarkan data penelitian, mahasiswa yang kurang beraktivitas fisik memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit metabolik, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. “Gaya hidup aktif dan pola makan sehat menjadi solusi utama dalam pencegahan penyakit tersebut,” jelas dr Misbakhul.
Jumlah Langkah dan Defisit Kalori
Misbakhul juga menjelaskan pengaruh jumlah langkah per hari dengan risiko obesitas. Ia mengatakan bahwa orang yang berjalan kurang dari 6.000 langkah per hari cenderung mengalami overweight. Sementara mereka yang berjalan lebih dari 10.000 langkah per hari memiliki BMI yang lebih normal. “Orang yang berolahraga, meskipun berat badannya tidak turun, tetap mendapatkan manfaat kesehatan dan kebugaran,” tambahnya.
Selain itu, defisit kalori juga penting dalam pengelolaan berat badan. Oleh karena itu, Misbakhul juga menekankan pentingnya pemilihan makanan yang bijak. Defisit kalori dapat tercapai dengan cara mengurangi asupan energi dari makanan. “Ketika mengonsumsi makanan kemasan, kita perlu memperhatikan label informasi gizi, terutama takaran saji dan jumlah kalori,” katanya.
Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Edwin Fatahuddin





