Universitas Airlangga Official Website

Tantangan dan Kelebihan Gen Z di Dunia Kerja

Susan Suhargo tengah memaparkan materi terkait tantangan dunia kerja untuk Gen Z. (Foto: Septy Dwi Bahari Putri)
Susan Suhargo tengah memaparkan materi terkait tantangan dunia kerja untuk Gen Z. (Foto: Septy Dwi Bahari Putri)

UNAIR NEWS – Departemen Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali berkolaborasi dengan PT Atma Meraki Nusantara dalam menyelenggarakan webinar bertajuk Strategi Gen Z Masuk Dunia Kerja. Webinar tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/3/2025) melalui Zoom Meeting. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Susan Suhargo selaku Co-founder Atma.

Susan mengatakan bahwa saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Gen Z. Pertama, Gen Z harus menghadapi persaingan ketat di dunia kerja utamanya karena Indonesia sedang mengalami bonus demografi pada tahun 2025 hingga 2035 dengan 190,83 juta penduduk usia produktif. Kedua, banyak ghost job atau lowongan kerja bodong di masa sekarang.

“Persaingan ini semakin diperketat dengan kemajuan teknologi seperti AI hingga automasi,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, Gen Z juga banyak menerima stigma negatif dari publik karena dianggap terlalu vokal dalam menyuarakan isi hati dan pikiran di media sosial. Namun, tantangan-tantangan itu dapat menjadi pemacu untuk mengembangkan diri, sehingga dapat menjadi individu yang kompetitif.

“Ingat, di saat kondisi susah kalau orangnya mampu itu bisa menciptakan kesempatan,” tegas Susan.

Dalam hal ini, ia mengungkapkan bahwa Gen Z harus mempersiapkan diri dengan berbagai strategi. Pertama, Gen Z harus mengantongi skills-skills penting seperti analytical thinking, motivasi dan self-awareness. “Motivasi diri untuk mau berjuang ketika prosesnya susah dan tidak mempunyai mindset instan,” jelas narasumber.

Lebih lanjut, Susan menjelaskan bahwa Gen Z memiliki poin tambahanyang harus dimanfaatkan dengan baik yaitu digital native, kreatif, dan mudah beradaptasi. “Kalian itu sangat digital native, mau dilempari platform apapun setengah jam sudah fasih. Kemudian, kreatif dan mudah beradaptasi. Inilah hal-hal yang perlu kalian tonjolkan dan kalian bawa untuk membangun karir,” tegasnya.

Ia berharap Gen Z dapat fokus ke industri yang sedang berkembang, dikarenakan memiliki peluang yang lebih luas di masa depan sehingga peluang karir atau posisi kerja akan cenderung lebih banyak. “Di industri yang sedang berkembang, banyak tempat yang kalian bisa loncat kesana,” ujarnya.

Penulis: Septy Dwi Bahari Putri

Editor: Khefti Al Mawalia