Universitas Airlangga Official Website

WUACD Dorong Kolaborasi Akademik Lintas Negara Melalui FED-AIR

Prof M Miftahussurur dr MKes SpPd KGEH PhD, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR saat menyampaikan sambutannya
Prof M Miftahussurur dr MKes SpPd KGEH PhD, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR saat menyampaikan sambutannya (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi membuka kegiatan International Student Mobility FED-Air 2026 yang diselenggarakan oleh World University Association Communication Development (WUACD), Selasa (6/1/2026). Bertempat di Bayu Kirana, Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa UNAIR dengan mahasiswa internasional dari Federation University Australia dalam sebuah kolaborasi akademik lintas negara.

Pembukaan program dihadiri jajaran pimpinan universitas, akademisi, serta tamu kehormatan. Di antaranya Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR, Prof M Miftahussurur dr MKes SpPd KGEH PhD. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa FED-AIR merupakan wadah strategis untuk mendorong pembelajaran multidisipliner dan kolaborasi lintas fakultas. “Program ini bukan sekadar pertukaran mahasiswa, tetapi ruang belajar bersama yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas masyarakat,” ujarnya.

Prof Miftah juga memperkenalkan keterlibatan aktif tim akademik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Keperawatan UNAIR. Menurutnya, keterlibatan lintas fakultas ini harapannya dapat memperkaya diskusi, memperdalam dialog antarbudaya, serta memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman bagi seluruh peserta.

Para peserta FED-AIR beserta civitas UNAIR dan Federation University Australia berfoto bersama pada Selasa (6/1/2026) di Ruang Bayu Kinara, Kampus MERR-C
Para peserta FED-AIR beserta civitas UNAIR dan Federation University Australia berfoto bersama pada Selasa (6/1/2026) di Ruang Bayu Kinara, Kampus MERR-C (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Prof Miftah menyampaikan apresiasi atas kemitraan jangka panjang antara UNAIR dan Federation University Australia. “Kami meyakini program FED-AIR memiliki peran signifikan dalam memperkuat kolaborasi akademik sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat yang berdampak nyata,” katanya.

Sementara itu, Head of Public Health and Research Adviser Institute of Health and Wellbeing Federation University Australia, Prof Muhammad Aziz Rahman, menyampaikan bahwa tahun 2026 menandai tahun keempat kolaborasi FED-AIR yang berawal dari masa pandemi COVID-19. “Program ini lahir di tengah keterbatasan, namun justru menunjukkan ketangguhan kolaborasi internasional,” tuturnya.

Pihaknya menambahkan, umpan balik mahasiswa selama beberapa tahun terakhir menunjukkan dampak positif yang kuat, baik secara akademik maupun personal. “Mahasiswa datang dengan motivasi tinggi untuk belajar, berinteraksi dengan masyarakat, dan membawa pengalaman ini ke perjalanan profesional mereka di Australia,” jelasnya.

Prof Aziz juga mengapresiasi peran WUACD sebagai jejaring global yang menaungi lebih dari 40 institusi dari berbagai negara. Iaa menilai bahwa dukungan UNAIR dan WUACD krusial dalam menjaga keberlanjutan program. Terutama setelah pendanaan hibah awal berakhir. “Tanpa dukungan itu, program ini tidak akan terus berjalan hingga hari ini,” tegasnya.

Melalui FED-AIR 2026 yang terselenggara pada 5-19 Januari 2026 ini, UNAIR dan Federation University Australia menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi global yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan nyata masyarakat lintas budaya.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Yulia Rohmawati