UNAIR NEWS – Kegiatan Youth Forum ICTOH berlangsung secara hybrid pada Rabu (20/05/2026) di Ruang Sriwijaya, ASEEC Tower, Kampus B Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Faridha Nur Cahyani dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu narasumber utama.
Dalam pemaparan materi bertajuk Penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jawa Timur: Peran Generasi Muda dalam Mendukung Implementasi Perda no 4 tahun 2024. Dr. Faridha membawakan materi mengenai pentingnya implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari bahaya rokok. Menurutnya, keberadaan KTR tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, tetapi juga memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berhenti merokok dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Pentingnya Implementasi Kawasan Tanpa Rokok
Faridha menjelaskan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok memiliki berbagai manfaat, seperti menurunkan angka kesakitan, kecacatan, hingga kematian akibat rokok. Selain itu, lingkungan bebas rokok juga dinilai dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Ia juga menyoroti bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi terkait Kawasan Tanpa Rokok. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Pasal 151 serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2024. Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini terletak pada implementasi kebijakan tersebut di lingkungan masyarakat.
“Kebijakan sudah banyak, yang susah adalah implementasi dari KTR tersebut,” jelas Faridha saat membahas tantangan penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Indonesia.
Peran Pemuda sebagai Agen Perubahan
Dalam sesi berikutnya, Faridha menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung implementasi Kawasan Tanpa Rokok. Menurutnya, pemuda memiliki peran besar sebagai agen perubahan melalui sosialisasi dan edukasi kreatif, khususnya melalui media sosial.
Selain itu, pemuda juga dinilai dapat menjadi role model, komunitas pengawas, hingga penggerak kebijakan untuk memastikan implementasi aturan terkait Kawasan Tanpa Rokok berjalan dengan baik di masyarakat. Faridha turut mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian terkait pengendalian rokok sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap kesehatan masyarakat.
Di akhir sesi, Faridha mengajak peserta untuk menyatukan momentum ini dengan Hari Kebangkitan Nasional. Ia mengajak para pemuda untuk selalu semangat membangun gaya hidup sehat di kalangan generasi muda. “20 Mei kita bangkit sebagai bangsa, hari ini mari bangkit dari rokok untuk masa depan yang lebih sehat,” ujar Faridha menutup sesi pemaparan.
Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto





