Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Gelar Pengabdian Berbasis CSR dengan Pengembangan Aquaponik

Proses Pemindahan Tunas Kangkung Menuju Media Tanam Hidroponik Tim GEMPITA bersama Masyarakat Kampung Lemah Putro (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim)
Proses Pemindahan Tunas Kangkung Menuju Media Tanam Hidroponik Tim GEMPITA bersama Masyarakat Kampung Lemah Putro (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim)

UNAIR NEWS – Sekelompok mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR gelar pengabdian masyarakat berbasis CSR (Corporate Social Responsibility) di Kampung Lemah Putro, Surabaya. Tim bernama Gerakan Mandiri Pangan Kita (GEMPITA) beranggotakan Jihan Ersa Putri Yuniar, Dara Nabilah, Yudea Farah Salsabila, Moch Syehan Firmansyah, dan Anis Hamidah mengimplementasikan program CSR dengan membangun sistem aquaponik dengan integrasi budidaya lele dan hidroponik kangkung. Meskipun berlatar belakang Ilmu Komunikasi, proyek ini tetap relevan.

Berawal dari Masalah Budidaya Lele

Program aquaponik dan hidroponik kangkung, timbul dari riset bersama warga. Limbah amonia dari kolam lele menjadi permasalahan utama. Untuk mengurangi masalah tersebut, tim merancang solusi aquaponik sehingga kotoran ikan lele dapat terserap oleh tanaman kangkung. Proses tersebut menciptakan simbiosis yang saling menguntungkan. 

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pemasangan instalasi sistem aquaponik pada Minggu (17/05). Sistem ini akan berlanjut untuk rangkaian penutup yaitu proses panen raya kangkung hasil hidroponik pada pertengahan bulan Juni mendatang. Disela-sela kegiatan, diadakan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya konsumsi sayur. Dengan edukasi konsumsi sayur, harapannya anak-anak menyadari bahwa pentingnya konsumsi sayur dan menjaga lingkungan.

Tim GEMPITA bersama Warga Kampung Lemah Putro dalam Proses Penyemaian Benih Kangkung untuk Hidroponik. (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim)
Keberlanjutan jadi Prioritas

Keberlanjutan menjadi prioritas utama tim. Sejak awal pengabdian, tim GEMPITA telah berkolaborasi dengan Rukun Warga (RW) melalui penunjukkan lima orang warga sebagai pengelola tetap instalasi aquaponik. Oleh karena itu, edukasi dan kolaborasi intensif diberlakukan dibantu oleh masyarakat setempat supaya program aquaponik tetap berlanjut. 

“Dari awal hingga akhir sistem ini, dari mulai penyemaian benih, perawatan, kemudian cara memanennya, kita edukasi semua warga, cuma memang lebih intensif ke tiga orang yang akan mengelola ini,” ujar Dara, anggota tim Gempita.  Tim turut menyediakan tutorial melalui media sosial GEMPITA yang berkolaborasi dengan Kampung Lemah Putro agar warga tetap bisa belajar setelah program berakhir pada Juni mendatang. 

Bagi tim GEMPITA, perbedaan latar belakang keilmuan bukan hambatan tetapi ajang untuk memperkuat program. Pendekatan komunikasi dan kolaborasi antara tim, warga, dan para ahli di bidang aquaponik menghasilkan solusi yang terbaik. Syehan, salah satu anggota tim berpesan untuk selalu melihat perspektif warga dalam setiap kegiatan pengabdian. Program GEMPITA sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu SDGs 2 yaitu Zero Hunger, SDGs 11 yaitu Sustainable Cities and Communities, dan SDGs 15 yaitu Life on Land.

#SDG2 #ZeroHunger #SDG11 #SustainableCitiesandCommunities #SDG15 #LifeonLand #SDGsUNAIR 

Penulis: Yongki Eka Cahya

Editor: Ragil Kukuh Imanto