Universitas Airlangga Official Website

Yovie Widianto dan Emil Dardak Meriahkan Diskusi Industri Musik Nasional di UNAIR

Yovie Widianto, Staff Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif saat berada dalam gelaran Indonesia Punya Kamu
Yovie Widianto, Staff Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif saat berada dalam gelaran Indonesia Punya Kamu (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Generasi muda merupakan motor penggerak bangsa, salah satunya dalam industri musik. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, menjelaskan bahwa potensi industri musik nasional semakin menonjol di panggung internasional. 

“Tentu saya punya harapan yang besar, karena per hari ini saja banyak sekali prestasi-prestasi mendunia dari Indonesia. Tidak hanya dari pemusik-pemusik di Jakarta, tapi dari Surabaya, Papua, Aceh, sekarang sudah banyak. Dari situ saja terlihat potensi Indonesia sudah banyak sekali,” ungkapnya pada acara Indonesia Punya Kamu di Airlangga Convention Center, Kampus MERR-C, Universitas Airlangga (UNAIR). 

Selain itu, Indonesia juga mempunyai kekuatan otentisitas yang beragam. Setiap daerah menyimpan tekstur musik yang berbeda. Keberagaman ini adalah salah satu kekuatan untuk mendorong perkembangan industri musik Indonesia karena faktor keberagaman inilah yang dicari di tingkat dunia. 

“Kalau melihat dari potensi, tentu saja kaya, kita punya sentra budaya yang sangat banyak. Terutama dari segi budaya, jenis lagu Jawa Timur misalnya, itu sangat energik dan mudah diterima di ranah internasional,” tambahnya. 

Di sisi lain, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, membagikan pandangannya bahwa perkembangan industri musik kini menjadi lebih mudah karena sosial media. Digitalisasi membantu karya anak muda tersebar lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang. 

Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, dalam sesi penyampaian materi dalam gelaran Indonesia Punya Kamu pada Senin (24/11/2025) (Foto: Humas UNAIR)

“Sosial media ini hanya salah satu contoh bagaimana ekonomi kreatif ini terfasilitasi oleh semakin mudahnya anak muda kita untuk unjuk kemampuan. Melalui sosial media, mereka tidak punya keraguan untuk berkolaborasi dengan teman mereka dan berkarya,” ungkapnya pada Senin (24/11/2025). 

Ia juga berbagi bahwa di Jawa Timur, industri musik menjadi hal tidak bisa dipisahkan dalam budaya karnaval daerah. Contohnya seperti penampilan ‘horeg’ yang sempat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. 

“Kita pemerintah berusaha melihat titik tengahnya. Bagaimana penampilan ini membuat ekonomi berputar, pedagang kaki lima bisa jualan, masyarakat hiburannya di tempat ini juga, tapi harus diatur. Nah, inilah makanya dalam penampilan di jalan, jangan meninggalkan budaya lokal, jangan seperti diskotik pindah ke jalanan,” pesannya. 

Penulis: Dinnaya Mahashofia

Editor: Yulia Rohmawati