Kanker adalah penyakit ganas yang ditandai dengan proliferasi sel kanker yang tidak terkendali sehingga dapat terjadi penyebaran (metastasis) dan berakhir dengan kematian. Kanker endometrium merupakan keganasan yang menyerang mukosa/ selaput lendir bagian dalam rongga rahim/ uterus yang ditandai dengan pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel epitel kelenjar endometrium yang berubah menjadi sel ganas. Walaupun semua kanker tumbuh dengan cepat akan tetapi kecepatan tumbuh sel kanker pada setiap penderita kanker endometrium tidak selalu sama. Pada satu kasus, sel kanker endometrium dapat tumbuh dengan cepat akan tetapi pada kasus yang lain bisa juga pertumbuhan sel kanker tidak terlalu cepat. Laju pertumbuhan sel kanker ditandai dengan index mitosis. Mitosis adalah sel yang membelah diri sedangkan index mitosis adalah jumlah persentase sel yang mengalami mitosis dibandingkan dengan jumlah semua sel kanker. Pada kanker dengan indeks mitosis tinggi akan terlihat sejumlah besar sel kanker yang membelah diri dan bertambah banyak jumlahnya sedangkan kanker dengan index mitosis rendah menunjukkan hanya sedikit sel kanker yang membelah diri. Dengan demikian makin tinggi index mitosis suatu kanker menunjukkan makin cepat pertumbuhan sel kanker. Pada kanker endometrium, index mitosis juga dapat menunjukkan laju pertumbuhan sel kanker sehingga pasien kanker endometrium dengan index mitosis tinggi akan mengalami pertumbuhan kanker yang lebih cepat dibandingkan dengan index mitosis rendah.
Tingkat penyebaran kanker dinyatakan dengan stadium. Stadium menunjukkan seberapa jauh sel kanker kanker telah bertumbuh, menjadi besar dan menyebar pada organ tubuh lain. Stadium 1 menunjukkan kanker dengan ukuran kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain sedangkan pada stadium 4 kanker sudah menyebar / metastasis ke organ-organ lain seperti paru, hati, otak dan tulang. Hal ini juga berlaku pada kanker endometrium; kanker endometrium stadium 1 menyatakan tahap awal pertumbuhan kanker sedangkan stadium 4 menunjukkan bahwa kanker sudah menyebar ke berbagai organ.
Farida Umi Chovivah, Willy Sandhika dan Pungky Mulawardhana telah melakukan penelitian untuk menunjukkan adanya hubungan antara index mitosis dengan stadium kanker endometrium. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi bermakna antara index mitosis dengan stadium kanker endometrium. Hal ini menunjukkan bahwa pada kanker endometrium stadium lanjut akan didapatkan index mitosis yang lebih tinggi yang berarti bahwa kanker endometrium stadium lanjut memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanker endometrium stadium awal.
Selain itu, penelitian ini juga meneliti apakah ada hubungan antara index mitosis dengan derajad diferensiasi sel kanker (cancer grade). Derajad difderensiasi sel kanker menunjukkan kemiripan dengan sel asal. Pada kanker endometrium derajad 1 sel bentuk dan susunan sel kanker akan membentuk pola kelenjar yang serupa dengan kelenjar endometrium sedangkan pada kanker endometrium derajad 3 sel kanker tidak tersusun dalam pola kelenjar sehingga tidak memiliki kemiripan dengan sel asal. Kanker endometrium derajad 3 memiliki kecenderungan untuk tumbuh lebih agresif dibandingkan dengan kanker derajad 1. Pada penelitian tersebut tidak didapatkan hubungan antara index mitosis dengan derajad diferensiasi histologis kanker endometrium. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun index mitosis maupun derajad diferensiasi sel kanker sama-sama berpengaruh pada kecepatan tumbuh sel kanker akan tetapi keduanya tidak saling berkorelasi. Dengan demikian seorang penderita kanker endometrium derajad 3 dapat memiliki index mitosis yang rendah maupun index mitosis tinggi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pentingnya pemeriksaan index mitosis pada semua penderita kanker endometrium oleh karena setiap kasus kanker endometrium memiliki index mitosis yang berbeda. Hasil pemeriksaan index mitosis dapat menunjukkan laju pertumbuhan sel kanker dan terbukti memiliki korelasi dengan stadium kanker. Selain itu pemeriksaan derajad diferensiasi histologis juga perlu dikerjakan pada setiap penderita kanker endometrium mengingat bahwa derajad diferensiasi kanker juga ikut serta berpengaruh pada kecepatan tumbuh kanker selain index mitosis.
Penulis: Willy Sandhika
Link: https://e-journal.unair.ac.id/MOG/article/view/46144
Baca juga: Faktor Penentu Keberhasilan Liposom Sebagai Penghantar Obat Antikanker