Salah satu kendala budidaya ikan mas adalah penyakit. Unsur yang berperan dalam timbulnya penyakit yaitu inang, pathogen dan lingkungan. Apabila terjadi ketidakseimbangan dari ketiga unsur tersebut, besar kemungkinan timbulnya penyakit. Dalam menciptakan lingkungan yang baik diperlukan kualitas air yang memenuhi syarat dan membutuhkan pakan bernutrisi, berkualitas baik dan tidak mencemari lingkungan. Pakan merupakan unsur terpenting dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas (Cyprinus carpio). Pertumbuhan dan perkembangannya membutuhkan pakan yang berkualitas baik. Pemberian enzim bromelin pada pakan komersil ikan mas diharapkan mampu menstimulasi aktivitas sel imun pada darah ikan mas (Cyprinus carpio). Sistem pertahanan yang meningkat akan saling mendukung untuk melakukan perlawanan terhadap benda asing. Enzim bromelin memiliki kemampuan menguraikan struktur komplek protein sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh sehingga mempercepat proses aktivasi fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Fibrin berfungsi dalam penggumpalan darah dengan membentuk serat-serat benang yang tidak larut dalam plasma darah. Mekanisme kerjanya yaitu apabila stimulan masuk kedalam tubuh ikan akan merangsang makrofag untuk memproduksi interleukin yang akan membuat sel limfosit membelah menjadi limfosit-T dan limfosit-B, serta membuat limfosit-B menjadi lebih aktif dalam memproduksi antibodi sedangkan limfosit-T memproduksi interferon yang meningkatkan makrofag sehingga dapat memakan dan membunuh parasit.
Parasit yang paling sering menyerang ikan mas adalah Argulus japonicus. Parasit ini menginfestasi inang pada sirip, kulit, insang dan seluruh permukaan tubuh dengan cara menusuk tubuh inang menggunakan stylet dan menghisap darah inang menggunakan proboscis. Infestasi Argulus japonicus menyebabkan inang terluka sehingga inang mengalami pendarahan, anemia, meningkatnya produksi lendir, dan dapat menyebabkan kematian pada ikan.
Alternatif yang dapat diupayakan yaitu dengan memanfaatkan buah atau tumbuhan untuk menanggulangi ektoparasit ini dengan berbagai macam cara yang dapat dilakukan, salah satunya potensi bonggol nanas yang mengandung banyak enzim bromelin karena memiliki efek antiparasit. Enzim bromelin mengandung asam-asam organik sebesar 0,6% seperti asam sitrat, asam malat dan asam oksalat dengan jumlah asam terbanyak yaitu asam sitrat sebesar 87%.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analyze of Variance (ANOVA) untuk mengetahui perlakuan yang diberikan, jika terdapat hasil yang signifikan maka perhitungan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan sedangkan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai hematokrit menggunakan analisis data univariat dan bivariat. Pada analisis bivariat dicari hubungan antara dua variabel dengan menggunakan uji Korelasi Spearman.
Penulis: Dr. Kismiyati, Ir., M.Si.
Informasi lebih detail dari penelitian ini dapat ditemukan pada jurnal ilmiah pada link berikut ini :
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1036/1/012058





