Universitas Airlangga Official Website

Pala Berpotensi Melawan Kanker dengan Melawan Caspase-3

Foto by Republika

Pala atau Myristica fragrans Houtt adalah tumbuhan asli Pulau Maluku, Indonesia. Pohon cemara aromatik (M. fragrans) telah lama dimanfaatkan sebagai rempah-rempah dalam dunia kuliner. Biji Pala telah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pala mengandung berbagai fitokimia, termasuk lignan, neolignan, terpenoid, difenilalkana, flavonoid, dan fenilpropanoid, yang semuanya memiliki efek farmakologis. Di sisi lain, pala juga menunjukkan banyak sifat biologis, termasuk antikanker, antioksidan, antibakteri, analgesik, dan antidiabetik.

Melanoma maligna adalah kanker kulit yang berkembang dari penggandaan sel melanosit (penghasil melanin) yang menyimpang. Kanker ini memiliki tingkat agresivitas yang tinggi dan berpotensi fatal. Melanoma maligna memiliki kecenderungan tinggi untuk menyebar ke daerah lain di tubuh sehingga membuat pengobatan menjadi sulit. Pengembangan bahan kimia bioaktif baru sangat penting. Caspase-3 adalah pemain kunci dalam apoptosis, yang berfungsi menyebabkan kematian sel ketika diaktifkan. Aktivitas anti-kanker M. fragrans melalui caspase-3 belum pernah didapatkan secara molekuler sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat interaksi molekul konstituen biji M. fragrans terpilih sebagai agen antikanker melawan caspase-3 secara in silico. Struktur caspase 3 (diperoleh dari Protein Data Bank dan konstituen yang diisolasi dari Myristica fragrans Seeds dibuat menggunakan ChemDraw. Parameter yang diukur adalah interaksi reseptor-ligan, peta grid, kemungkinan docking, energi bebas ikat (kkal/mol) dan visualisasi konformasi data docking molekuler.

Hasil pengamatan menunjukkan penempatan molekuler senyawa yang dipilih dari pala (M. fragrans) menunjukkan bahwa lima konstituen memiliki potensi besar sebagai penghambat caspase-3. Model interaksi senyawa pala terbaik oleh Licarin B dengan skor energi ikat ikat 103,07 kkal/mol. Licarin B memiliki nilai Pa terbesar dari semua senyawa aktif pala, dan memiliki hidrogen dengan Trp214 dan Phe250. Temuan ini berimplikasi bahwa pala mengandung senyawa hebat yang dapat secara aktif memblokir aktivitas caspase-3. Docking molekuler senyawa terpilih dari pala (M. fragrans) menunjukkan bahwa lima konstituen memiliki potensi besar sebagai penghambat caspase-3.

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes

Informasi detail bisa didapatkan pada hasil riset kami di link : https://ejournal.upi.edu/index.php/ijost/article/view/45663

Ronny Lesmana, Filza Yulina Ade, Yuni Susanti Pratiwi, Hanna Goeanawan, Nova Sylviana, Sandra Megantara, Susianti Susianti, Vita Murniati Tarawan, Purwo Sri Rejeki, Hamidie Ronald Daniel Ray, Unang Supratman (2022). POTENTIAL MOLECULAR INTERACTION OF NUTMEG’S (MYRISTICA FRAGRANS) ACTIVE COMPOUND VIA ACTIVATION OF CASPASE-3. Indonesian Journal of Science and Technology7(2), DOI: http://dx.doi.org/10.xxxxx/ijost.v2i2