Universitas Airlangga Official Website

Analisis Manajemen Pakan Pembesaran Udang Vannamei

Foto oleh agrozine.id

Salah satu jenis udang dengan nilai ekonomis tinggi adalah udang vannamei. Hal ini dikarenakan udang vannamei memiliki keunggulan nilai gizi yang sangat tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi Pada tahun 2018, komoditas ekspor udang menempati urutan kedua berdasarkan jumlah, sehingga banyak yang membudidayakannya. Faktor yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan budidaya adalah pakan. Pakan sebagai komponen terbesar dalam pembiayaan akan menentukan keberhasilan budidaya. Penggunaan pakan yang efisien dalam budidaya sangat penting karena pakan merupakan faktor produksi yang paling mahal. Oleh karena itu, upaya perbaikan komposisi nutrisi dan peningkatan efisiensi penggunaan pakan perlu dilakukan guna meningkatkan produksi produk budidaya dan menekan biaya pengadaan pakan serta meminimalkan produksi limbah pada media budidaya. Untuk mencapai tujuan tersebut, manajemen pakan diperlukan untuk memahami nutrisi dan kebutuhan nutrisi udang, teknologi pembuatan pakan, dan kemampuan mengelola pakan. Pengelolaan pakan ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan pakan udang vannamei baik dari larva hingga pembesaran/indukan. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau atau BBPBAP Jepara merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan yang memulai kegiatannya pada tahun 1971. Perkembangan teknologi budidaya udang vaname di BBPBAP Jepara cukup maju dan termasuk dalam jajaran sentra budidaya air payau yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pengelolaan pakan di BBPBAP Jepara terhadap budidaya udang vaname.

Metode dan Hasil

Metode kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan memanfaatkan data primer, sekunder, dan observasi lapang. Ada 3 kolam yang diamati yaitu A51 (kepadatan 268.500), A52 (kepadatan 292.000) dan A61 (kepadatan 399.000). Waktu pengamatan dilakukan hingga udang dipanen. Hasil menunjukkan bahwa BBPBAP Jepara dapat menghasilkan udang dengan berat 6.47-9.25 g, size 79-116, kelangsungan hidup 57,8-87,22%, dan FCR 1,2-1,8. Hasil panen yang dihasilkan pada 1 kolam dapat mencapai 3 ton per panen. Hal ini menunjukkan hasil budidaya udang vaname di BBPBAP Jepara menghasilkan nilai yang optimal. Hasil ini didapatkan karena pengelolaan pakan yang juga baik.  Berdasarkan penelitian sebelumnya, faktor yang mempengaruhi pemberian pakan adalah dosis, waktu, dan respon udang. Pemberian pakan di BBPBAP Jepara dilakukan empat kali sehari pada pukul 07.00, 11.00, 16.00, dan 20.00. Sedangkan menjelang panen, pemberian pakan dilakukan lima kali sehari pada pukul 07.00, 11.00, 14.00, 17.00, dan 20.00. Jumlah pakan yang diberikan pada udang akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya umur udang. Kandungan protein yang digunakan pada pakan selalu dipastikan nilainya minimal 36%.

Penulis: Syifania Hanifah Samara, S.Pi., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1036/1/012121/pdf

Imron, M., & Samara, S. H. (2022, July). Analysis of feed management on vannamei shrimp (Litopenaues vannamei) enlargement in BBPBAP Jepara. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1036, No. 1, p. 012121). IOP Publishing.; https://doi.org/10.1088/1755-1315/1036/1/012121