Universitas Airlangga Official Website

Beluntas Tanaman Sekitar Kita yang Menyehatkan

Foto by KlikDokter

Beluntas merupakan tanaman dari famili Asteraceae yang memiliki manfaat kesehatan, antara lain anti inflamasi antioksidan, aktivitas antibakteri, dan sifat anti-kanker. Manfaat tersebut karena kandungan berbagai metabolit sekunder seperti asam caffeoylquinic, asam fenolat, flavonoid, dan tiofena. Selain di bidang farmasi, keunggulan beluntas juga terkait dengan viabilitasnya yang tinggi. Jika kondisi lingkungan tidak mendukung, tanaman ini akan beradaptasi dengan melakukan berbagai perubahan, baik secara anatomis maupun morfologis.

Untuk dapat mengetahui kandungan metabolit sekunder untuk keperluan farmasi, dapat juga digunakan penanda anatomis. Misalnya, berbagai penelitian tentang trikoma menunjukkan kandungan metabolit sekunder yang tersimpan di dalamnya. Beberapa spesies Asteraceae memiliki trikoma yang mengandung terpenoid, alkaloid, fenol dan minyak. Maria dkk. (2021) melaporkan bahwa Artemisia copa memiliki saluran sekretori skizogen yang terdistribusi pada tulang tengah daun dan korteks pada batang. Penggunaan penanda anatomi saja tidak akan cukup untuk menghasilkan data taksonomi yang maksimal, karena penanda tersebut juga bergantung pada faktor lingkungan.

Tanaman herbal digunakan sebagai alternatif obat sintetis, saat ini zat aktif yang terkandung di dalamnya digunakan sebagai model untuk memproduksi banyak obat. Industri fitofarmaka menerapkan standar yang harus dipenuhi, salah satunya adalah penggunaan jenis tanaman herbal yang sesuai. Untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan, pendekatan morfologi sering digunakan, penanda ini memiliki kelemahan seperti dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta kesalahan subjektif saat mendokumentasikan dan merekam data. Kesamaan makro-morfologi dapat terjadi antara spesies tumbuhan dalam genus yang sama. Akibatnya, mengandalkan karakteristik morfologi saja dapat menyebabkan spesimen tanaman salah diberi label. Pelabelan spesimen yang salah dapat mengurangi efektivitas terapi dan dapat merugikan konsumen.

Agar potensi medis beluntas dapat diketahui secara maksimal, terutama dalam hal sebaran komponen bioaktifnya, perlu dilakukan pengamatan dengan menggunakan berbagai penanda agar data yang diperoleh tidak bias. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beluntas menggunakan pendekatan morfo-anatomi dan DNA baroding. Tiga sampel yang diperoleh dari Taman Husada Graha Famili, Surabaya, Indonesia digunakan dalam penelitian ini. Studi morfologi dilakukan secara deskriptif sedangkan metode parafin digunakan untuk pengamatan anatomi. Analisis barcode DNA dilakukan melalui amplifikasi dan penyelarasan gen rbcL dan matK. Secara morfologi, beluntas memiliki organ seperti tumbuhan Asteraceae pada umumnya, dengan ciri khas pada daun dan bunga. Beluntas memiliki organ anatomi yang mirip dengan tumbuhan Asteraceae secara global, hanya saja pada daunnya terdapat ciri-ciri histologis tertentu yang meliputi stomata anomositik, sel kelenjar dan trihome kelenjar multiseluler. Penjajaran dan rekonstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa tanaman sampel sangat erat hubungannya dengan beluntas dalam database GenBank. Berdasarkan karakter morfo-anatomi dan barcode DNA, tanaman yang diteliti dikonfirmasi sebagai beluntas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk kegiatan kefarmasian di masa yang akan datang.

Penulis: Dwi Kusuma Wahyuni, S.Si., M.Si.

Link Jurnal: https://smujo.id/biodiv/article/view/10173