Hematoma epidural adalah akumulasi darah ekstraaksial dalam ruang potensial, antara lapisan terluar duramater dan tabula interna tulang tengkorak. Hematoma epidural yang terdiagnosis lebih dari hari ke-14 setelah cedera kepala diklasifikasikan sebagai hematoma epidural kronis (Chronic Epidural Hematoma/CEDH), dan merupakan kasus yang tidak umum terjadi, bahkan langka di era post computed tomography (CT). Hematoma fossa posterior dilaporkan adalah 3% seluruh kasus hematoma ekstradura yang dioperasi, dan riwayat trauma oksipital hampir ditemui di seluruh kasus. Sumber pendarahan yang mungkin terjadi dapat dari rembesan difus vena dari tepi garis fraktur atau permukaan dura yang terlepas, cabang arteri vertebralis di percabangan dura yang rusak, serta laserasi sinus dura dan vena percabangannya.
Jurnal ini melaporkan kasus langka CEDH pada fossa posterior dengan defisit neurologis yang terlambat bermanifestasi.
Seorang pria 34 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat dengan kelemahan sisi sebelah kiri ekstremitas atas dan bawah sejak 3 hari sebelumnya. Pasien memiliki riwayat jatuh dari ketinggian 3 meter 3 minggu sebelumnya, dan juga mengeluh nyeri kepala serta nyeri sendi. Pemeriksaan fisik menemukan pasien dalam keadaan sadar penuh, dengan hemiparesis kiri dan skor motorik 4, serta paresis hipoglossal kiri. CT Scan Kepala menunjukkan lesi bikonveks hiperdens bervolume 22 ml yang menekan cisterna quadrigeminal kanan. Pasien kemudian dilakukan kraniotomi evakuasi hematoma dengan tujuan melepaskan tekanan pada serebellum dan brainstem. Durante operasi menemukan lesi terenkapsulasi dengan cairan dan komponen pembekuan, tidak ada fraktur tulang kepala, dan sumber pendarahan tidak dapat teridentifikasi. Pasca operasi, pasien sadar penuh tanpa defisit neurologis, dapat melakukan aktivitas sehari- hari tanpa batasan.
Pelaksanaan prosedur pembedahan pada kasus CEDH di fossa posterior biasa menunjukkan hasil yang baik, dan jarang ada kasus yang dapat ditatalaksana secara konservatif. Untuk menyingkirkan ada tidaknya hematoma epidural fossa posterior, sebaiknya seluruh pasien dengan cedera kepala yang sadar dan bergejala ringan persisten dilakukan pemeriksaan CT Scan. CEDH fossa posterior merupakan kasus yang langka di masa neuroimaging komprehensif kini.
Judul dan Link artikel jurnal scopus
Penulis : Galih Indra Permana, dr.
Permana GI, Meizikri R, Apriawan T, Suroto NS, Bajamal AH. The uncommon delayed neurological deficit in posterior fossa chronic epidural hematoma: A case report. Int J Surg Case Rep. 2022;99:107725. doi:10.1016/j.ijscr.2022.10772





