Stroke adalah sebuah kerusakan otak yang disebabkan oleh gangguan aliran darah menuju bagian pada otak. Stroke tidak hanya menyerang orang dewasa tapi juga anak-anak. Selain pada orang dewasa, stroke juga dapat dialami oleh anak-anak maupun bayi. Angka kejadian cukup bervariasi, stroke iskemik terjadi 1 dari 3500-10.000 bayi baru lahir, sedangkan stroke hemorhagik perinatal sebesar 1 per 6300 bayi lahir hidup. Angka prevalensi stroke hemorhagik perinatal sebesar 6,2 per 100.000 bayi lahir hidup. Meskipun tergolong jarang, stroke menjadi penyakit yang dapat menimbulkan kematian pada anak. Jika tidak ditangani secara cepat, stroke pada anak juga dapat mengakibatkan kerentanan pada anak maupun kecacatan.
Stroke bisa disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat (stroke iskemik) ataupun pendarahan pada otak (stroke hemorrhagik). Otak membutukan persediaan oksigen yang konstan, yang dibawa oleh darah. Ketika darah berhenti mengalir, sel-sel pada otak mulai mati. Stroke lebih umum dialami orang dewasa. Oleh karena itu, seringkali diagnosa stroke pada anak terlambat karena tidak diperkirakan sebelumnya. Namun demikian, anak cenderung lebih mudah sembuh daripada orang dewasa karena otak anak masih berkembang. Diperkirakan sebagian besar dari seluruh stroke pada anak-anak disebabkan oleh masalah pembuluh darah pada otak, sedangkan sebagian kecil disebabkan oleh sumbatan yang berasal dari jantung maupun tidak diketahui penyebabnya. Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami stroke. Faktor risiko tersebut terdiri atas: Penyakit jantung atau operasi jantung, pembuluh darah yang tidak normal atau meradang pada otak Masalah pembekuan darah maupun infeksi berat yang terjadi di sekitar sinus telinga atau hidung, adanya infeksi virus tertentu. Penyebab stroke pada bayi yang baru lahir biasanya juga tidak diketahui. Faktor-faktor risiko yang mencakup komplikasi pada kandungan, kesulitan melahirkan, kelainan pembekuan darah, dan masalah-masalah jantung.
Gejala-gejala stroke pada anak bergantung pada usia dan penyebab stroke. Pada bayi yang baru lahir, gejala-gejala berikut dapat terlihat: Kejang-kejang, bayi terlihat sering tidur, Kecenderungan hanya menggunakan satu sisi tubuh Pada anak-anak yang lebih muda, diagnosa seringkali dilakukan terlambat. Pada anak-anak yang lebih tua, gejala stroke mirip seperti pada orang dewasa, yaitu: Sakit kepala yang berat, yang bisa disertai muntah-muntah mati rasa pada salah satu sisi tubuh atau wajah, Gangguan pada penglihatan (kehilangan separih lapangan pandang) atau gangguan gerakan mata. Gangguan dalam berjalan atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi, gangguan dalam melihat Gangguan dalam berbicara atau memahami kata dan kalmia, rasa kantuk atau kehilangan kesadaran.
Diagnosa dapat dilakukan berdasarkan keluhan yang timbul ditunjang dengan beberapa diagnostikpenunjang. Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk membantu diagnosis adalah Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Computed Tomography (CT) atau Magnetic Resonance Angiography (MRA) Tes darah Tes elektrokardiogram (ECG) untuk memeriksa jantung dan pembuluh darah, Elekroencephalogram atau EEG.
Apabila ada kecurigaan tanda-tanda stroke pada anak, bisa menghubungi atau mendatangi rumah sakit terdekat dan meminta bantuan dokter adalah cara yang tepat. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada penyebab dari stroke. Terapi suportif merupakan pendekatan utama stroke pada bayi. Neuroproteksi menjadu tujuan utama disertai upaya pencegahan suhu tubuh naik atau kadar gula turun. Pemberian cairan infus diperlukan untuk kebutuhan nutrisi yang cukup. Selain itu diperlukan pemberian oksigen maupun obat untuk menangani untuk mengencerkan darah bila penyebabnya adanya sumbatan. Operasi terkadang diperlukan untuk kasus-kasus sulit .
Biasanya gejala pertama dari stroke adalah peringatan pertama pada anak dan sulit untuk dicegah. Beberapa anak mungkin mengalami serangan stroke kedua. Namun, sesegera mungkin menghubungi layanan kesehatan dapat mencegah kondisi stroke semakin parah. Sebab, mereka akan mengatasi kondisi-kondisi yang mungkin memicu stroke lebih lanjut.
Penulis: Prastiya Indra Gunawan
Informasi detail bisa dilihat pada tulisan kami di :
Prastiya Indra Gunawan, Riza Noviandi, Sunny Mariana Samosir. Increased Neuron specific enolase in a hypoxic ischemia rat model. Biomedical Research and Therapy 2022; 9(6): 5161-5.





