UNAIR NEWS – Lokakarya Inter Profesional Education (IPE) berlangsung di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Kamis (26/10). Acara ini diikuti oleh delegasi dari prodi bidang kesehatan di UNAIR. Dalam kegiatan itu, disampaikan tentang pentingnya kolaborasi untuk menunjang profesionalisme.
“Aplikasi IPE ini menjadi internalisasi di masing-masing profesi. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, cara ini dapat membangun komunikasi dalam mewujudkan excellent service,” ucap Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso dalam sambutannya.
Menurutnya, IPE menjadi pelengkap kompetensi dalam profesionalitas dengan mengedepan team work. Adanya team work merupakan salah satu hasil yang diharapkan dari 6 uji kompetensi yang diambil ketika mengambil jalur profesi. Keenam itu diantaranya, excellent service, komunikasi, layanan evidence based, updating, profesionalism, dan team work.
Hadir sebagai pembicara dalam acara IPE, Prof. Iwan Dwi Prahasto, dr., M.Med.Sc., Ph.D. Akademisi UGM ini menuturkan, elemen kolaborasi menjadi penting dalam proses pengembangan dan memelihara lintas kerja antar profesi. “Belajar dan memahami bersama apa yang belum diketahui adalah kunci team work.,” ucapnya.
Perwakilan UI dr. Diantha Soemantri, MmedEd., Ph.D menyampaikan, tidak hanya profesionalime, tetapi juga inter profesionalisme karena hal itu terkait dengan team work. Perkembangan dunia pendidikan yang begitu cepat menuntut semua stake holder untuk memiliki pemahaman dan pengetahuan yang luas. Pelayanan kesehatan harus terintegrasi. Sebab, tidak bisa hanya bekerja secara sektoral.
“Seperti misalnya petugas laboratium yang mengambil darahnya salah, namun diagnosis telah ditetapkan. Ini akan menjadi kesalahan fatal. Kan, dokter yang menyampaikan pada pasien, ya berdasar tes petugas laboratorium itu,” ucapnya.
Semua komponen harus memahami segala aspek yang berhubungan dengan keselamatan pasien. Kasus medical error tidak ada yang dilakukan secara sengaja. Maka itu, pemahaman bersama menjadi hal penting untuk meminimalisir terjadinya medical error. (*)
Penulis : Helmy Rafsanjani
Editor : Rio F. Rachman





