Universitas Airlangga Official Website

Apakah Flap Vomer Dini Simultan dengan Perbaikan Celah Bibir Primer Membawa Lebih Banyak Manfaat?

Celah bibir dan langit-langit merupakan dismorfologi kongenital yang sering ditemukan pada regio kraniofasial. Menurut WHO, prevalensi celah bibir dan langit-langit sekitar 1:700 kelahiran hidup,  tertinggi keturunan Asia yaitu 14: 10.000 kelahiran hidup. Indonesia tercatat memiliki prevalensi CLP sekitar 0,2%. Ada banyak prosedur dalam tatalaksana penanganan celah bibir dan langit, semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu; tampilan secara estetik baik, kemampuan bicara adekuat dan memiliki pengaruh yang minimal terhadap pertumbuhan kraniofasial. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pasca perbaikan langit-langit adalah fistula oronasal. Flap vomer ialah teknik menutup celah langit-langit dengan menggunakan flap dari vomer atau nasal septum, untuk menutup defek pada area langit-langit keras. Teknik ini merupakan prosedur sederhana yang memiliki banyak manfaat. Namun, penerapan flap vomer dini bersamaan dengan penutupan bibir primer masih dipertanyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aplikasi flap vomer dini pada perbaikan celah bibir primer dapat memberikan manfaat yang signifikan.

Metode penelitian ini telah dilisensikan dalam database PROSPERO (CRD42023399487) dan diselesaikan sesuai dengan Item Pelaporan Pilihan untuk Tinjauan Sistematis dan Pernyataan Meta-Analisis (PRISMA). Penelusuran komprehensif telah dilakukan, menggunakan delapan sumber data hingga Maret 2023. Sejumlah studi kohort dan uji coba kontrol acak yang menunjukkan data tentang hasil apa pun yang terkait dengan perbaikan langit-langit menggunakan flap vomer dini bersama dengan perbaikan celah bibir pada anak hingga berusia enam bulan dilibatkan dalam tinjauan sistemaris ini. Selain itu, kami menyertakan studi terkontrol hanya berfokus pada perbaikan celah bibir pada anak-anak hingga usia enam bulan. Berdasarkan strategi penyaringan, 2568 investigasi terkait diambil dari sumber data, hingga menyisakan 8 studi.

Artikel ini melibatkan 8 penelitian yang melibatkan 542 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 6 kohort retrospektif. studi, 1 studi RCT, dan 1 studi kohort prospektif. Flap vomer memberikan pengurangan jarak celah palatal 3-5 mm, jumlah fistula yang relatif kecil (0-4%), peningkatan fungsi velopharyngeal (nada hidung dan emisi hidung), perkembangan maksimal maksila meskipun masih kontroversial.  Aplikasi flap vomer pada perbaikan celah bibir primer memberikan banyak manfaat, termasuk pengurangan lebar celah palatal dan alveolar, penurunan risiko fistula oronasal, peningkatan fungsi velopharyngeal, dan peningkatan pertumbuhan maksila, meskipun hal ini masih kontroversial. Secara keseluruhan, flap vomer dini bersamaan dengan perbaikan celah bibir primer dapat diandalkan dalam tatalaksana penanganan celah bibir dan langit-langit.

Penulis: Dr. Indri Lakhsmi Putri, dr., Sp.BP-RE.

Jurnal: A Systematic Review: Early Simultaneous Vomer Flap with Primary Cleft Lip Repair, Does it Bring More Benefits?