Gunung Semeru, yang mempesona dengan pemandangannya yang menakjubkan, telah memberikan pengalaman yang tak terlupakan pada Desember 2021. Namun, di balik keindahannya, gunung ini juga meninggalkan dampak sosial dan ekonomi yang perlu dipahami lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak sosial-ekonomi dari letusan Gunung Semeru pada Desember 2021 di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia.
Survei Lapangan dan Metode Analisis
Sebanyak 200 responden yang valid diambil dari tiga kecamatan yang terkena dampak di wilayah tersebut untuk menjalani survei lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Squares – Structural Equation Model (PLS-SEM), yang memungkinkan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang kompleks dalam konteks sosial-ekonomi. Metode ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang efek letusan Gunung Semeru pada aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah yang terdampak.
Konsep Resiliensi Rumah Tangga sebagai Dasar Analisis
Penelitian ini mengadaptasi konsep Resiliensi Rumah Tangga yang dikembangkan oleh Zahan (2021) dan Gaisie et al. (2021). Konsep ini mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang memengaruhi ketangguhan sebuah rumah tangga dalam menghadapi bencana alam. Dalam penelitian ini, konsep tersebut digunakan dengan indikator-indikator yang relevan untuk konteks letusan Gunung Semeru.
Temuan Empiris Pertama: Faktor Penentu Resiliensi Rumah Tangga
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menarik. Faktor-faktor seperti kesadaran akan bahaya, kemampuan untuk mengambil tindakan pencegahan, tindakan nyata, dan kepekaan terhadap ekologi lingkungan ternyata memiliki peran yang signifikan dalam menentukan seberapa tangguh sebuah rumah tangga menghadapi dampak letusan Gunung Semeru. Faktor-faktor ini saling terkait dan membentuk jaringan yang kompleks dalam membangun resiliensi rumah tangga.
Temuan Empiris Kedua: Dampak Ekonomi dan Sosial Terkait dengan Resiliensi Rumah Tangga
Studi ini mengungkapkan hubungan yang menarik antara resiliensi rumah tangga dengan dampak ekonomi dan sosial akibat letusan Gunung Semeru. Rumah tangga yang memiliki tingkat resiliensi yang lebih tinggi cenderung mengalami dampak ekonomi dan sosial yang lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa rumah tangga yang lebih tangguh mampu lebih baik mengatasi tantangan dan meredam dampak bencana, seperti kerugian ekonomi dan gangguan sosial.
Implikasi dan Rekomendasi: Meningkatkan Resiliensi Rumah Tangga
Temuan-temuan ini memiliki implikasi penting dalam upaya meningkatkan resiliensi rumah tangga dalam menghadapi bencana alam. Untuk meningkatkan resiliensi, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi penting. Upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya, menyebarkan informasi mengenai tindakan pencegahan dan ekologi terkait letusan Gunung Semeru perlu dilakukan secara bersama-sama.
Tantangan dan Langkah-Langkah Masa Depan: Mitigasi dan Evakuasi yang Lebih Baik
Dalam rangka merespon temuan ini, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Lumajang perlu melakukan tindakan lebih lanjut. Fasilitas yang lebih baik, peraturan mitigasi yang lebih efektif, serta perencanaan evakuasi yang matang menjadi komponen penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi letusan Gunung Semeru.
Melangkah ke Masa Depan: Masyarakat yang Tangguh dan Siap
Artikel ini memberikan wawasan yang berharga dalam menghadapi realitas bencana alam yang tak terelakkan. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi rumah tangga, kita dapat membentuk masyarakat yang lebih tangguh dan siap dalam menghadapi tantangan yang muncul. Semoga temuan dari penelitian ini menjadi dasar yang kokoh untuk tindakan-tindakan yang lebih baik dalam menjaga kesejahteraan dan keselamatan masyarakat di tengah ancaman letusan Gunung Semeru.
Penulis: Dr. Deni Kusumawardani, S.E., M.Si.
Jurnal:
An analysis of the socio-economic impacts of the 2021 mountain Semeru Eruption on household level using PLS-SEM





