Metode analisis senyawa kimia telah berkembang secara luas dengan menggunakan berbagai instrumen. Proses analisis bertujuan untuk mengidentifikasi komponen (kualitatif) atau menentukan konsentrasi bahan aktif (kuantitatif). Proses ini digunakan dalam pengendalian mutu merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin keamanan, kemanjuran, dan efektivitas produk. Pemilihan metode analisis sangat penting untuk mendapatkan hasil yang valid. Pemilihan instrumen analisis yang digunakan relatif bergantung pada jenis dan karakteristik sampel yang akan dianalisis.
Kromatografi merupakan teknik analisis yang banyak digunakan dalam proses pengendalian mutu di industri farmasi. Prinsip kromatografi adalah pemisahan senyawa kimia berdasarkan afinitasnya terhadap fase diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas). Salah satu teknik kromatografi adalah Kromatografi lapis tipis (KLT) yang banyak digunakan dalam analisis obat dan obat bahan alam. Metode ini sederhana, cepat, dan relatif murah. Proses deteksi dalm metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan densitometri (scanner) atau videodensitometri (Videoscan).
Secara kompendial analisis bahan alam masih menggunakan KLT densitometri; video-densitometri masih jarang digunakan dan belum populer. Analisis menggunakan videodensitometri merupakan metode analisis yang menggunakan gambar dari visualizer untuk diubah menjadi profil kromatogram. Sedangkan pada analisis densitometri, profil kromatogram didasarkan pada kepadatan yang diukur dari setiap noda pada pelat KLT dengan menggunakan rentang panjang gelombang tertentu. Kelemahan utama dari analisis menggunakan videodensitometri tidak dapat menghasilkan spektral untuk setiap noda pada pelat KLT. Oleh karena itu, metode ini jarang digunakan baik untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif. Namun, metode videodensitometri ini lebih menguntungkan karena dapat digunakan untuk analisis sampel yang tidak stabil pada pelat TLC, sampel yang memerlukan reagen untuk mendeteksi analit, dan melalui derivatisasi. Proses
Maing-masing metode mempunyai kelebihan dan kelemahan. Perbandingan dan evaluasi dari kinerja penggunaan kedua metode ini akan didasarkan pada parameter validasi yaitu presisi, akurasi, linearitas, batas kuantifikasi (LOQ), dan batas deteksi (LOD) untuk analisis kuantitatif bahan aktif farmasi (API) pada produk farmasi.
Hasil perbandingan kedua metode menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik yang diamati pada parameter LOD dan LOQ (P>0,05). Walaupun matriks sampel dapat mempengaruhi nilai LOD dan LOQ, terutama pada matriks yang kompleks, karena dapat mengganggu atau mengubah sinyal analitik senyawa target. Pada parameter akurasi kedua metode secara akurat dapat mengukur konsentrasi API dalam produk farmasi dengan persen perolehan kembali sebesar 93.35 – 109.51 untuk metode menggunakan densitometri dan 91.62 – 109.51 untu metode menggunakan videodensitometri.
Parameter presisi menunjukkan tingkat kesesuaian atau reprodusibilitas antara hasil pengujian individu yang diperoleh dari analisis menggunakan metode analisis tertentu. Penentuan presisi terdiri dari tiga kategori utama: keterulangan, presisi menengah, dan reprodusifitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan analisis densitometri menunjukkan nilai RSD sebesar 0,5 – 1,95%, dan videodensitometri memiliki nilai RSD 0,42 – 1,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa RSD tidak melebihi 2% untuk seluruh konsentrasi API, jadi kedua metode menunjukkan pengukuran yang sesuai dengan persyaratan. .
Jadi dapat disimpulkan bahwa baik metode densitometri dan videodensitometri kedua nya tidak menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik untuk seluruh validasi parameter. Kadar bahan aktif dalam sampel obat yang diukur dengan kedua metode dibandingkan dan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari kandungan kimia API (P>0,05).
Penulis: Idha Kusumawati
Laman: https://e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/view/44854/26340
Judul: Comparative Study of Densitometry and Videodensitometry for Quantitating the Active Pharmaceutical Ingredients Using Thin Layer Chromatography – Systematic Review





