UNAIR NEWS – Kemajuan sebuah negara akan bertahan bila disokong regenerasi sumber daya manusia yang berkualitas. Inilah salah satu tugas perguruan tinggi dalam menelurkan generasi tersebut.
Universitas Airlangga melalui Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menggelar talk show nasional bertema ”Go Green Transportation” pada Jum’at (17/11), di Aula Kahuripan Gedung Rektorat, Kampus C UNAIR. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa, terutama mahasiswa jurusan Ilmu Politik, mengenai desain transportasi publik masa depan yang berorientasi pada lingkungan.
“Sebagai calon pemimpin bangsa kelak, mahasiswa mesti belajar sedari sekarang. Bagaimana mengelola transportasi ramah lingkungan. Inilah yang ke depan menjadi tantangan bersama (Isu lingkungan, Red),” ujar Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.
Menurut Djoko, kemampuan membuat kebijakan publik yang tepat, salah satunya, berasal dari proses pendidikan yang matang. Karena itu, acara serupa akan terus digalakkan sebagai pendukung pendidikan di UNAIR. Termasuk representasi kegiatan world class university sebagai upaya pemenuhan target UNAIR masuk peringkat 500 besar kampus kelas dunia.
Sementara itu, hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara yakni Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Energi Ir. Hudoyo, MM.; Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan perwakilan BAPPENAS Ir. Josaphat Rizal Primana; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si; dan Ahli Transportasi Tory Darmantoro, ST., MPP., M.Sc.
“Menjadi seorang pemimpin, setiap permasalahan di masyarakat mesti dapat didefinisikan dengan baik. Setelah terdefinisikan, meyakinkan masyarakat atas solusi yang kita tawarkan menjadi tantangan berikutnya,” jelas Anas dalam menyampaikan paparan tentang kemajuan yang dicapai Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Sebanyak 350 mahasiswa tampak antusias mendengarkan materi dari para pembicara. Peserta merupakan perwakilan dari beberapa universitas di Indonesia. Di antaranya, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Hassanudin, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Udayana, Universitas Syiah Alam Aceh, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Semarang, Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Padjajaran.
Dibuka dengan penampilan tari gandrung Banyuwangi, Airpol 3.0 dimoderatori Dr. Suparto Wijoyo, dosen Fakultas Hukum UNAIR. Diskusi dalam acara itu berjalan sangat semarak. Banyak mahasiswa yang bertanya perihal tema besar, juga strategi dan tantangan yang dihadapai Azwar. Terutama terkait kebijakan yang pro-rakyat dan pro-lingkungan.
Sementara itu, soal Airpol 3.0, Dekan FISIP Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si., dalam sambutannya menyatakan bahwa acara itu merupakan yang kali ketiga. Diharapkan, mahasiswa mendapat spirit sekaligus inspirasi sehingga optimistis menjadi pemimpin pada masa kelak. Kemampuan multi disiplin ilmu juga harus dikuasai mahasiswa.
”Itulah kenapa, di FISIP UNAIR, kurikulum setiap prodi sangat bersaing. Materi-materi lintas bidang juga disampaikan di setiap prodi,” ucapnya. (*)
Penulis: Feri Fenoria
Editor: Nuri Hermawan





