Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Substitusi Beras Putih dengan Beras Sorgum terhadap Fungsi Sel Beta dan Resistensi Insulin pada Pradiabetes

Pradiabetes adalah suatu kondisi dimana terdapat peningkatan gula darah di atas normal tetapi belum memenuhi kriteria diabetes. Pradiabetes mempunyai risiko 2-10 kali menjadi diabetes melitus (DM) dan sekitar 1/3 kasus pradiabetes akan berkembang menjadi DM. Pradiabetes sendiri merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan terjadinya komplikasi makro dan mikrovaskuler. Prevalensi pradiabetes di Indonesia terus  meningkat, saat ini menduduki peringkat ke-3 setelah China dan Amerika dengan penderita Pradiabetes sebesar 29,1 juta.

Pada Pradiabetes terjadi penurunan fungsi sel beta pankreas sebesar 70 %-80 %,  penurunan volume sel beta sebesar 30%-40%, dan resistensi insulin (IR) yang sudah mencapai titik puncaknya. Risiko komplikasi penyakit kardiovaskular meningkat sebesar 13%, penyakit jantung koroner sebesar 10%, stroke sebesar 6%. Risiko retinopati sebesar 8 %, mikroalbuminuria sebesar 15,5 %, polineuropati sebesar 11%-25%. penyakit ginjal kronis meningkat sebesar 16,6%.  

Modifikasi gaya hidup adalah pengobatan utama yang meliputi pengaturan asupan makanan dan aktivitas serta latihan fisik. Salah satu ciri budaya  dari Penduduk Indonesia adalah konsumsi nasi putih sebagai makanan pokok yang memiliki indeks glikemik dan beban glikemik yang menjadi salah satu penyebab pradiabetes, sehingga perlu dilakukan penggantian nasi putih dengan makanan pokok lainnya yang memiliki kadar indeks glikemik(GI) dan beban glikemik (GL) yang lebih rendah.

Nasi sorgum merupakan makanan pengganti nasi putih yang diolah dari sorgum (Sorghumbicolor) tanaman yang mempunyai GI dan GL rendah. Beras Sorgum mempunyai potensi besar sebagai terapi nutrisi diabetes dan pradiabetes karena memiliki GI dan GL yang rendah. Penelitian pada manusia menggunakan roti sorgum sebagai pengganti roti gandum juga efektif dalam menurunkan gula darah pasca makan dan konsentrasi insulin. Namun, yang sudah ada penelitian hanya menyelidiki kadar gula darah dan konsentrasi insulin setelah makan penggantian tunggal. Belum ada penelitian yang  menilai efek penggantian makanan pokok berupa nasi putih dengan nasi sorgum untuk periode yang lebih lama.

Penelitian ini menyelidiki efek substitusi nasi putih dengan sorgum nasi selama 7 hari pada fungsi sel Beta Pankreas dan status resistensi insulin (RI) pasien Pradiabetes di RS Bhayangkara Bojonegoro Jawa Timur Indonesia. Dua puluh lima penderita Pradiabetes secara acak dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan, kelompok dengan intervensi diit nasi putih dan kelompok kedua dengan intervensi diit nasi sorgum. Kedua kelompok mendapatkan intervensi gaya hidup standar untuk terapi Pradiabetes. Jumlah kalori untuk kelompok nasi putih dan nasi sorgum dibuat sama, dan ketaatan terhadap makan makanan yang disediakan diawasi dengan ketat oleh peneliti. Aktivitas fisik dan olah raga kedua kelompok juga dibuat sama dengan pengawasan.

Penelitian ini mendapatkan bahwa intervensi gaya hidup standar plus substitusi diet dengan nasi sorghum selama 7 hari pada pasien prediabetes memberikan penurunan yang signifikan kadar glukosa darah puasa sebesar 7.5 mg/dL,  dan perbaikan funsi sel Beta Pankreas yang ditandai dengan peningkatan HOMA B yang signifikan sebesar 85.3%. Juga didapatkan perbaikan sensitivitas insulin walaupun tidak signifikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi nasi putih dengan nasi sorgum bisa menjadi pilihan terapi nutrisi pada Pradiabetes karena secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan memperbaiki fungi sel Beta Pankreas

Penulis : Dr. Soebagijo Adi Soelistijo, dr., Sp.PD, K-EMD, FINASIM, FACP

Informasi detail dari laporan ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://doi.org/10.47307/GMC.2023.131.s2.4